Mau Ditangkap, 3 Preman Malah Ancam Petugas, Nyaris Lukai Iptu Arsyad

MUARA ENIM, KS

Nyali ketiga preman Simpang Belimbing ini terbilang berani dan bermental koboy. Bagaimana tidak,  3 bersaudara, masing-masing Herwanto alias To (31), Jeri alias Jik (30), serta Ardoni (27), warga Simpang Belimbing, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim,Sumatera Selatan,  yang terkenal sebagai preman kampung di kawasan tersebut, ketika akan dibekuk personel gabungan Satreskim dan Sat Intel Polres Muaraenim, malah melakukan perlawanan.

Ketiganya akhirnya berhasil diamankan setelah sebelumnya melakukan pengancaman dengan menggunakan senjata tajam kepada Kabag Ops Polres Muaraenim Kompol Andi Kumara dan Kasubag Humas Iptu Arsyad.  Bahkan tersangka Herwanto alias To sempat mengacung-acungkan senjata tajam berupa pedang kepada Iptu Arsyad.

00-TIGA PREMAN BERSAMA KAPOLRES (1)

Tiga Preman dan Kapolres Muaraenim AKBP Nuryanto (Foto.Dok.KS/Aldo RGBA FM)

Aksi pengancaman bermula saat Kabag Ops Polres Muaraenim Kompol Andi Kumara bersama dengan Iptu Arsyad dan anggota yang lainnya hendak patroli menuju ke Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis (1/10/2015).

Lalu sekitar pukul 12.00 WIB, tiba dilokasi kejadian tepatnya di Simpang Belimbing kondisi jalan mengalami kemacetan. Ternyata setelah di lihat di bagian depan ada mobil yang sedang berhenti karena sedang dipalak oleh salah seorang preman yang diketahui bernama Rizki yang merupakan adik dari ketiga preman yang diamankan.

Rombongan Kabag Ops kemudian mengambil inisiatif mengamankan Rizki dan dimasukan kedalam mobil. Mendengar adiknya ditangkap polisi, tersangka Herwanto langsung mengejar mobil rombongan Kabag Ops kemudian menyalip dan menghadang mobil tersebut dengan cara memalangkan sepeda motor didepan mobil.

Dengan menghunus pedang, Herwanto memaksa agar adiknya dilepaskan. Iptu Arsyad yang saat itu langsung keluar dari mobil dan mencoba menenangkan tersangka malah mendapat ancaman. Tidak ingin mengambil resiko, akhirnya Rizki dibebaskan.

Hanya saja, Kabag Ops langsung mengontak Unit Pidana Umum  Satreskrim dan Unit Opsnal Sat Intel untuk mengamankan tersangka. Personel Satreskrim dan Sat Intel langsung merapat kelokasi kejadian. Setelah menemukan tersangka Herwanto sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan, polisi langsung membekuknya. Bahkan saat ditangkap, pedang yang digunakan untuk mengancam Iptu Arsyad masih tergantung di stang motornya.

Bukannya menyerah saat ditangkap, tersangka malah memberontak dan memanggil warga. Saat Herwanto berhasil diamankan, datanglah tersangka Jeri dan Ardoni dengan maksud membebaskan saudaranya Herwanto.

Saat digeledah dipinggangnya, keduanya didapati masing-masing dua bilah pisau. Tak pelak, keduanya juga langsung diamankan polisi. Penangkapan ketiganya berlangsung dramatis dan cukup menegangkan.

Karena saat itu sudah banyak massa yang berkumpul bahkan tidak sedikit yang sudah membekali diri dengan batu. Namun petugas tidak ingin kecele, bahkan sempat mengeluarkan tembakan agar massa tidak melakukan tindakan anarkis. Ketiganya akhirnya bisa diamankan ke Mapolres Muaraenim dengan barang bukti 5 buah pisau dan sebilah pedang.

Kapolres Muaraenim AKBP Nuryanto melalui Kabag Ops Kompol Andi Kumara ketika di hubungi Hendro Aldo Irawan, Reporter RGBA FM melalui sambungan teleponnya mengatakan, aksi kawanan preman bersaudara ini memang sudah sangat meresahkan warga di sekitar.

Apalagi menurutnya sampai berani mengancam dan melawan petugas yang menggunakan seragam lengkap. Selain itu menurut Andi, dari laporan yang masuk kepada pihaknya,saat beraksi mereka tidak segan-segan mengancam korban dengan senjata tajam dan merusak kendaraan korban. “Aksi mereka selama ini memang sudah meresahkan dan memang sudah banyak laporan yang masuk,”jelasnya.

Atas tindakan tersebut menurut Andi ketiganya akan dijerat dengan pasal berlapis yaitu perbuatan tidak menyenangkan, pengancaman dan pelanggaran Undang Undang Darurat tentang senjata tajam. “Kita tidak akan tolerir tindakan mereka, karena memang sudah sangat meresahkan bahkan terbukti mengancam petugas,” tandasnya.

Sementara itu, Kanit Pidum Satreskrim Polres Muaraenim, Ipda Heri Irawan yang memimpin penangkapan ketiga tersangka, salah seorang tersangka yaitu Herwanto mencoba memprovokasi massa. Sehingga saat penangkapan banyak massa yang diduga masih ada hubungan keluarga dan kekerabatan kepada ketiganya sudah berkumpul di lokasi penangkapan. “Kita tidak ingin mengambil resiko. Jadi mau tidak mau kita keluarkan tembakan peringatan karena memang massa sudah banyak berkumpul, apalagi di sana lokasinya memang sangat ramai,” ujarnya.

‎TEKS : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com