Film G30 S/PKI Diputar Lagi Di Muaraenim, Dandim : Sekarang Ada Upaya Bangkitkan Komunis Gaya Baru

MAUARA ENIM, KS

Dandim 0404 Muara Enim Letkol Inf Jamaludin

Dandim 0404 Muara Enim Letkol Inf Jamaludin

Gedung Kesenian “Putri Dayang Rindu” Muara Enim, pada Rabu (30/9/2015) dipenuhi oleh ratusan warga. Baik siswa, mahasiswa, tokoh masyarakat, aparat pemerintah dan jajaran TNI dari Kodim 0404 Muara Enim. Tujuan mereka untuk menonton film Gerakan 30 September (G30S/PKI). Sebuah film yang lahir di era orde baru ini berkisah tentang pembunuhan 7 Jenderal TNI oleh pasukan cakrabirawa yang dibuang di lubang buaya Jakarta. Kini ke-7 tentara itu diabadikan sebagai pahlawan revolusi lengkap dengan patung yang megah.

Sejak era reformasi film ini tidak lagi diputar. Menurut sejumlah sumber, film ini menjadi kultus individu penguasa orde baru 32 tahun (Soeharto).  Namun menurut Komandan Kodim 0404 Muaraenim, Letkol Inf Jamaludin, memutar film G 30/S-PKI sebagai bentuk pendidikan, agar warga terutama generasi di era kini tidak melupakan sejarah.

BACA : Cerita di Balik Penghentian Pemutaran Film G30S

“Sebagai bangsa yang besar jangan sekali-kali melupakan sejarah atau yang lebih populer disebut Jas Merah (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah),” ujarnya Jamaludin, mengutip Jas Merah-nya—Bung Karno.

Jamal menegaskan, pemutaran film ini tidak lain untuk mengingatkan jika di Indonesia pernah ada organisasi komunis yang ingin mengganti ideologi bangsa Indonesia Pancasila. “Dan saat ini sudah ada yang berupaya menimbulkan Komunis Gaya Baru (KGB) dan harus diwaspadai,” tegasnya.

235756_620Kata Jamaludin, Ideologi Pancasila, sudah merupakan harga mati bangsa bagi Indonesia. Sebab dengan ideologi tersebut sudah dapat menyatukan perbedaan ras, suku, agama dan lain-lain. “Komunis bukan musuh tentara, tetapi komunis adalah musuh Pancasila,” tambahnya.

BACA : FPI Minta Film G30S/PKI Diputar Lagi di Televisi

Jika kita masih ber-ideologi Pancasila, maka komunis merupakan musuh bersama. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat toleransi dengan segala perbedaan, juga merupakan bangsa yang bertuhan. Jika suatu organisasi mempunyai visi dan misinya bertentangan dengan Pancasila maka merupakan musuh kita. “Bahkan ada yang mengatakan jika saat ini, nilai-nilai nasionalis mulai luntur, dan belum ada kegiatan nyata yang bisa menumbukan kembali rasa nasionalis itu,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Muara Enim, Hasanudin,   menyampaikan dengan semangat kebangsaan dan nasionalisme yang tinggi, ia yakin bangsa Indonesia akan mampu menghadapi segala rintangan di depan. Lebih lanjut Hasanudin mengatakan, saat ini nilai-nilai kearifan lokal mulai bergeser oleh serbuan arus informasi global. Oleh sebab itu tugas penting yang harus dilakukan adalah membentengi para generasi muda untuk tidak terpengaruh oleh pengaruh negatif. “Inilah tugas bersama untuk antisi[asi arus global,” tegasnya.

BACA : Polres Trenggalek Amankan Pemutaran Film G-30S/PKI

BACA : Film G 30 S / PKI Diputar Di Aula Kadet Suwoko Kodim 0812

Khusus kepada aparat TNI, Sekda ,mengatakan sebagai tentara dari rakyat dan tentu berjuang juga untuk rakyat dan bekerja secara profesional. Hanya dengan sikap demikianlah, TNI akan mampu menjaga keutuhan NKRI di bawah ideologi Pancasila.
“Dan mudah-mudahan dengan kegiatan yang terus mendekatkan dengan masyarakat, TNI akan semakin dicintai oleh rakyatnya,” ujarnya.

TEKS : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com