DPRD Muara Enim Menilai, BPJS Kurang Sosialisasi Program KIS ‎

MUARAENIM, KS

Bagi kalangan perkotaan  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) dipastikan tidak asing. Meskipun pada kenyataannya, penggunaan BPJS ini acapkali menimbulkan berbagai persoalan.

Bulan lalu, Rabu (1/7/2015) ratusan pekerja peserta Jaminan Hari Tua (JHT) mengamuk di Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Bogor di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (1/7). Mereka memprotes tindakan BPJS   yang tidak bisa mencairkan JHT  meskipun para pekerja tersebut sudah mengikuti selama 5 tahun 1 bulan.

Kasus lain, terjadi pada Rabu (12/8/2015). Di Rumah Sakit Permata Bunda Medan, salah satu pasien yang kondisinya gawat, tapi harus ditolak oleh dokter yang bertugas. Alasannya belum menghubungi dokter BPJS, dan belum ada surat rujukan dari klinik. Saat itu pula pasien dipaksa pulang dengan alasan tidak ada obat di Rumah Sakit tersebut.

Sementara di Palembang seorang pasien anggota BPJS meninggal  setelah ditolak Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (13/1/2015). Pasien itu adalah Agus Supriyanto (53 tahun), warga perumahan Griya Buana Mutiara, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Dia menderita kanker getah bening.

Kasus serupa juga menimpa Masyta Dewi (50), pasien BPJS dipaksa pulang oleh pihak Rumah Sakit Moehammad Hoesin (RSMH), Palembang, Sumatera Selatan, Senin (14/9/2015). Padahal kondisinya masih kritis. Pasien tersebut masih koma lantaran mengidap penyakit paru-paru stadium IV. Kebijakan rumah sakit tersebut disesalkan pihak keluarga.

Catatan diatas hanya sekelumit kasus yang menimpa pasien BPJS. Ironisnya, di belahan daerah lain ada sebagian warga yang juga belum memahami penggunaan BPJS. Seperti yang terjadi di Kabupaten Muaraenim Sumatera Selatan. banykanya warga di Muaraenim yng belum mengetahui tentang BPJS ini kemudian menuai protes dari DPRd Muaraenim.

Ketua Komisi III, DPRD Muaraenim Marsito menilai, pihak BPJS hingga saat ini masih lamban dalam melakukan sosialisasi maupun pendistribusian Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Muaraenim.

Hal ini di tegaskan Marsito saat di temui Hendro Aldo Irawan, Reporter RGBA FM, Kamis (1/10/2015). Seharusnya menurut Marsito, sebelum kartu tersebut di launching, pihak BPJS harus melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat.

“Jangankan Kartu Indonesia Sehat, penggunaan dan seluk beluk BPJS saja masyarakat masih banyak yang bingung, termasuk saya, apalagi Kartu Indonesia Sehat ini?! Jangankan mau sosialisasi dengan masyarakat, terkait KIS ini saja pihak BPJS belum melakukan koordinasi dengan kami,” tegasnya setengah protes.

Di katakan Marsito, akan lebih baik sebelum kartu tersebut di distribusikan, pihak BPJS harus terjun langsung ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi tentang kartu ini.

“Jangan hanya bertameng dengan keterbatasan SDM saja dan asal distribusikan saja. Sebab kartu ini harus di berikan ke orang yang tepat dan tidak terjadi tumpang tindih dengan pemilik yang mendapat jaminan kesehatan lainnya,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Kantor layanan Operasional Kabupaten BPJS Muaraenim, Suryani di dampingi Kepala Unit Kepesertaan BPJS Prabumulih, Desi Maya saat di temui usai melaksanakan rapat koordinasi terkait KIS ini mengatakan, dalam waktu dekat, pihaknya akan melaksanakan pendistribusian KIS di Kabupaten Muaraenim. “Seharusnya Bulan September, namun mudah-mudahan Oktober ini sudah bisa di bagikan,” katanya.

Terkait keterlambatan pendistribusian KIS, pihaknya enggan memberi alasan. “Nanti kita akan jadwalkan kembali kapan kita akan launching kartu ini dengan Pemkab Muaraenim. Tadi kita sudah mengkoordinasikan hal ini,” katanya.

Ia juga mengatakan ada sekitar 19083 kartu indonesia sehat yang akan di bagikan ke masyarakat di Kabupaten Muaraenim. “Kartu ini akan di bagikan kepada warga non blended, yaitu warga yang belum mendapat jaminan lain atau bantuan lain dari pemerintah akan di beri kartu ini,” katanya.

TEKS : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com