Bak Penampungan Sampah Rusak, Baunya Menyerang Warga Petugas Juga Malas Mengangkut

PAGARALAM, KS

Pekan ini, kawasan Komplek Perumnas Griya Bangun Sejatera, Kelurahan Bangun Rejo, Kecamatan Pagaralam Utara Kota Pagaralam, diresahkan oleh aroma tidak sedap. Bau yang menganggu penciuman warga itu berasal dari tumpukan sampah di Tempat Pembuangan sampah Akhir (TPA) yang letaknya tidak terlalu jauh dari permukiman warga. Parahnya bak penampung sampah juga dala kondisi rusak, sehingga tak berfungsi maksimal.

Akibatnya warga setempat merasa kesal dan geram pada petugas kebersihan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam. Pasalnya, para petugas hanya membersihkan sampah di dalam kotak sampah, sementara kelebihan volume sampah yang berada di luar kotak sampah nyaris tidak dibersihkan.

Ujang (56) warga di komplek itu juga mengeluhkan hal itu.  “Bak penampungan di komplek ini kondisinya rusak parah, sehingga sampahnya menumpuk diluar bak penampungan. Kalau ini terus terjadi lingkungan sekitar jadi terkesan jorok dan berbau,” ujarnya, Rabu (30/9/2015).

‎Warga lainnya, resti juga geram atas kondisi tersebut. ”Kalau  sampah telat diambil petugas, akan menimbulkan bau yang menyenggat. Bau busuk itu langsung masuk ke rumah-rumah warga karena sampahnya bertambah terus,” ujar Resti, salah satu warga di komplek dengan nada kesal.

Melihat sampah yang kian menggunung, terpaksa sebagian warga membuang ke bak sampah di luar area TPA yang letaknya lebih jauh dari komplek itu.

Menanggapi keluhan warga, Ibrahim, Ketua RT 11 mengatakan, dirinya sudah sering meminta kepada para petugas agar mengangkuti sampah warga yang sebelum ini dikumpulkan di bak penampungan sampah. Tetapi petugas hanya mengangkut sampah yang ada di dalam bak saja. Sementara sampah yang berceceran di luar bak,  para peuigas justru malas membersihkan.

“Kita sudah sering meminta petugas kebersihan untuk membersihkannya hingga tuntas. Namun tetap saja mereka tinggalkan keberadaan sampah diluar bak penampungan. Ironisnya, setiap sore warga disekitar bak penampungan kerap membakar tumpukan  sampah dan membersihkannya. Padahal warga di sini dipungut iuran sampah setiap bulan,” terangnya.

Namun begitu. Ibrahim mengakui, ada diantara warga yang seenaknya membuang sampah tidak ke dalam bak. “Tapi meski begitu kewajiban petugas harus dilaksanakan sebagai penjaga kebersihan yang telah ditunjuk pemerintah,” paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebersihan, Keindahan, Pertamanan dan Pemakaman setempat, Saiful Amri mengatakan, petugas kebersihan seharusnya mengangkut sampah setiap pagi. Namun melihat keluhan warga tersebut, Saiful  mengatakan pihaknya akan mengecek keluhan warga tersebut.

“Ya, kami akan segera memeriksanya. Jika memang petugas tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, tentu saja akan kami beri teguran,” tegasnya.

Namun, Saiful juga meminta pengertian, agar warga membuang sampah antara pukul 06.00 – 07.00 WIB setiap pagi. Tujuannya agar petugas dapat langsung mengangkat sampah. Mengingat bila lewat jam tersebut, menurut Saiful sampah tidak akan terangkut.

“Diharapkan agar warga dapat membuang sampah tepat waktu. Karena jika sudah siang, bak sampah sering dikais anjing yang banyak berkeliaran,” ucapnya seraya mengatakan, untuk pengadaan kotak atau bak sampah sepanjang 2015 ini tidak ada anggarannya.

TEKS / FOTO : ANTONI STEFEN

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *