Seminar Anggota MPR RI Penguatan Sistem Demokrasi Pancasila

PALEMBANG|KS – Syofwatillah Mohzaib anggota DPR RI yang juga anggota MPR RI, Minggu Siang ( 27/09/2015), menggelar Seminar tentang Penguatan Demokrasi Pancasila, di gedung IKARAFAH UIN Raden Fatah Palembang. Dalam seminar tersebut, hadir pemberi makalah H. SYofwatillah sebagai Anggota MPR RI, Dr.Fajri Ismail dosen Pasca Sarjana UIN Raden Fatah.

Seminar ini di hadiri ratusan mahasiswa, dosen dan masyarakat umum sebagai peserta hingga akhir acara mereka terlihat sangat antusias mengikuti.

Dalam makalahnya, Syofwatillah menyampaikan beberapa pesan penting, diantaranya tentang falsafah Pancasila, beiau mengatakan “sudah semestinya menjadi landasan dan pandangan hidup setiap warga negara. Atau dengan bahasa lainnya Pancasila sebagai way of life (jalan hidup) setiap anak yang lahir di bumi Indonesia. Pancasila merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi sebagai dasar negara ini. Sebab Pancasila adalah cerminan keberagaman kehidupan rakyat Indonesia yang terdiri dari suku-suku, golongan dan agama yang berlainan”, ujar Syofwatillah kepada para peserta.

Fakta lain juga terlihat betapa nilai Pancasila sudah demikian kronis terabaikan. Sekelompok anak sekolah sudah tidak lagi mengenal pahlawan bangsa sendiri. Mereka lebih familiar pada figur-figur artis, kartun, tokoh film dan lainnya. Akibatnya anak muda yang disebut sebagai calon pengganti tampuk kepemimpinan bangsa, jauh dari harapan. Ditambah lagi dengan gempuran budaya dan kemajuan teknologi informasi. Sekat-sekat negara saat ini batasnya hanya sehelai rambut. Semua informasi dapat diakses kapan dan dimana saja oleh anak-anak bumi pertiwi dari tangan ke tangan “tambah Syofwatillah.

Menurut Syofwatillah, teori organisasi menyebutkan, ada tiga hal penting yang wajib dikedepankan supaya sebuah lembaga dapat berjalan dengan baik dan maksimal. Pertama, penguatan ideologi, kedua, penguatan struktural, ketiga, penguatan jaringan.

Pembicara lain yaitu Dr. Fajri Ismail memaparkan akalahnya berjudul “demokrasi dan kebangsaan untuk mewujudkan harapan masyarakat Indonesia”. Isi paparannya lebih menjelaskan tentang sejarah demokrasi dan perkembangannya di Indonesia hingga saat ini. Dosen Pascasarjana UIN Raden Fatah ini menjelaskan bahwa demokrasi tidak lepas dari sistem pemilu langsung dengen peserta partai politik dan berujung pada perebutan kekuasaan.

“Saat ini saya menilai sistem demokrasi dan pemilu olegh partai politik di Indonesia masih jauh dari harapan kita, karena partai politik hanya berfikir dari pemilu ke pemilu saja”. Ujar Fajri Ismail.

 

Teks : Ghufron/KS




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *