Kawasan Bukit Munggu Terbakar Hebat, Tapi 4 Hari Dibiarkan Pihak Terkait

TANJUNG ENIM, KS

Kebakaran demi kebakaran terus terjadi di wilayah kecamatan Lawang Kidul,Tanjung Enim dan sekitarnya. Tidak terhitung lagi berapa kali si jago merah melahap di beberapa titik lahan dan hutan  di Lawang Kidul.

Setelah Sabtu pekan silam (26/9/2015), si jago merah membakar hutan lindung di kawasan depan GOR Bukit Asam. Kini giliran kawasan Bukit Munggu (dekat Menara Telkom), yang menjadi sasaran amukan si jago merah.

Tampak suasana kawasan Bukit Munggu (Menara‎ Telkom) Terbakar Hebat di Malam Hari,Minggu, (27/9/2015) sekitar pukul. 21.00 Wib. (Foto.Dok.KS/Aldo RGBA FM)

Tampak suasana kawasan Bukit Munggu (Menara‎ Telkom) Terbakar Hebat di Malam Hari,Minggu, (27/9/2015) sekitar pukul. 21.00 Wib. (Foto.Dok.KS/Aldo RGBA FM)

Ironisnya, kawasan tersebut sudah terbakar sejak 3-4 hari terakhir dan dibiarkan tanpa ada upaya penanggulangan dari pihak terkait. Padahal kawasan Bukit Munggu selama ini di kenal menjadi satu-satunya sumber mata air bersih yang layak dikonsumsi bagi masyarakat, termasuk sebagai sumber air isi ulang di depot-depot di Tanjung Enim dna Muaraenim.

Hal itu dibenarkan Sarmin Effendi (30) dan Istrinya, warga Bedeng Kresek RT.4 RW.5 Kelurahan Pasar Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, yang rumahnya persis di bawah kawasan kaki Bukit Munggu. Rumah mereka hanya di batasi oleh badan jalan.

Menurutnya, sudah tiga hari ini api dibiarkan membakar hutan di kawasan Bukit Munggu tanpa sedikitpun upaya penanggulangan dari pihak terkait, seperti mobil pemadam kebakaran (Damkar) baik dari PT.Bukit Asam,PT.Pama dan juga Damkar dari Pemkab Muara Enim.

“Itu kebakaran berawal dari kebun jati di kaki bukit simpang tambang Pama. Sempat di padamkan oleh warga sekitar ketika hari pertama, namun ke esok harinya berpindah lagi naik ke atas, hingga sulit di jangkau warga,” ujarnya kepada Hendro Aldo Irawan, Reporter RGBA FM, Senin (28/9/2015).

Ditambahkan Sarmin, ia dan warga lainnya tidak bisa berbuat banyak. Warga di sekitar hanya bisa memantau bila api tersebut sewaktu-wakrtu merambat ke kawasan pemukiman warga. “Tiap malam warga memantau. Bahkan ada yang begadang hingga pagi hari, khususnya warga yang rumahnya berada persis di bawah kaki bukit,” tegasnya.

Sementara itu, Bik Yut (50) warga yang tinggal persis di bawah Kaki Bukit Munggu, mengatakan, sejak beberapa hari ini keluarga hidup dengan perasaan was-was dikarenakan takut api merambah ke lokasi tempat tinggalnya.

Rumah Bik Yut di pemukiman bedeng Kresek yang berdekatan dengan kawasan Bukit Munggu yang terbakar persis di atas belakang rumahnya. (Foto. Dok.KS/Aldo RGBA FM)

Rumah Bik Yut di pemukiman bedeng Kresek yang berdekatan dengan kawasan Bukit Munggu yang terbakar persis di atas belakang rumahnya. (Foto. Dok.KS/Aldo RGBA FM)

“Sejak beberapa malam ini tidur tidak nyenyak takut api membesar dan merambat ke rumahnya. Apa lagi di atas bukit yang terbakar itu banyak bongkahan batu besar yang terhalang permohonan, dan tentu kalo pohonnya terbakar bisa jadi batu besar tersebut akan menggelinding ke bawah langsung,”ujarnya.

Ia juga menjelaskan, keluarganya yang lain siang tadi sudah menebas beberapa belukar dan pohon supaya api tidak merambat ke arah kebun di belakang rumahnya.

Terjadinya kebakaran yang mengakibatkan hutan di kawasan Bukit Munggu (Menara Telkom,red) tersebut mendapat sorotan tajam dari salah satu tokoh pemuda Tanjung Enim yang peduli akan lingkungan. Aldo ketika diminta komentarnya terkait kebakaran tersebut sangat menyayangkan, mengingat kawasan Bukit Munggu Menara Telkom adalah salah satu hutan lindung yang harus di jaga supaya tetap asri dan sejuk.

“Sungguh ironis kalau dibiarkan terbakar tanpa ada nya upaya penanggulan dari pihak terkait. Jujur saya sangat peduli, begitu saya tau dari gambar yang tersebar di media sosial facebook, saya malam kemarin langsung meluncur untuk mengetahui kebenaran nya,” sesalnya,

Ia pun berharap kepada pihak terkait untuk melakukan upaya dan jangan sampai dibiarkan kebakaran semakin meluas dan berdampak buruk bagi ekosistem alam dan lingkungan di sekitar.

“Ayo kami mohon kepada pihak terkait, jangan anda abaikan kebakaran di kawasan Bukit Munggu tersebut. Alam akan murka pada waktunya, bila kita tidak peduli untuk menjaganya,” ujar Aldo yang juga Wakil Ketua Forum Bara Muda Tanjung Enim.

TEKS : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *