Cacat Hukum 2 Calon Kades Minta Pelaksanaan Pilkades Ditunda

TANJUNG ENIM, KS

Dua calon Kepala Desa (cakades) Gunung Raja, yakni Ayipni (41) dan Desianah (42) yang gugur dalam tes calon kades, meminta pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 6 desa ditunda.Pasalnya dalam pelaksanaan tes calon kades dinilai cacat hukum.

“Dasar hukumnya Peraturan Bupati (Perbup) sampai saat ini masih dipertanyakan karena belum ada. Jadi otomatis pelaksanaan tes tersebut tidak sah. Ini tidak bisa berlaku surut,” ujar Ayipni, Kamis (24/9/2015).

Menurut Ayipni, dasar hukum Pilkades serentak ini adalah UU No 6 tahun 2014 tentang Desa, dan Perda No 3 tahun 2015 tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pelantikan, Pengangkatan Kades dan Perangkat Desa. Dalam aturan itu disebutkan, bahwa setiap ‎desa untuk cakades maksimal 5 orang.

Apabila lebih dari 5 orang, maka harus ada yang digugurkan dengan cara dilakukan tes Seleksi Calon Kepala Desa. Untuk calon Kades yang tidak lebih dari 5, memang tidak ada masalah. Namun yang menjadi masalah, cakades yang lebih dari lima.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaraenim, harus membuat Perbup sebagai dasar hukum untuk petunjuk tekhnisnya (juknis). Masalahnya, hingga sampai saat ini Perbup tersebut belum ada. Menurut informasi Perbub masih dalam proses. Namun anehnya panitia tetap melakukan tahapan tes seleksi cakades tanpa dasar hukum yang jelas dan sah.

“Jadi nanti dulu bicara masalah gugur atau tidak, kita bicarakan dahulu keabsahannya. Saya tidak tahu ini kesalahan di BPMPD atau bagian hukumnya atau kedua-duanya sehingga lalai,” tukas Ayipni.

Diketahui, saat ini di Kabupaten Muaraenim, ada 87 desa yang akan mengikuti Pilkades serentak pada 28 September 2015. Diantara 87 desa itu, ada 6 desa yang calon kadesnya lebih dari lima orang, yaitu Desa Sebau dan Segayam Kecamatan Gelumbang, Desa Menanti Kecamatan Kelekar, Desa Gunung Raja Kecamatan Rambang Dangku, Desa Teluk Lubuk Kecamatan Belimbing dan Desa Karang Agung Kecamatan Lubai Ulu.

Berdasarkan surat Keputusan Panitia Pemilihan Kepala Desa Gunung Raja No 05/KPTS-PAN/GR/2015 tentang Hasil seleksi Calon Kepala Desa Gunung Raja tahun 2015, Desianah (42) dan Ayipni (41) dinyatakan tidak lulus dalam seleksi cakades.

Atas keputusan tersebut, pada 17 September 2015, telah dilakukan musyawarah dengan keputusan untuk pelaksanaan Pilkades ditunda sementara. Tujunnya untuk memberi waktu kepada tim kabupaten melaporkan kepada Bupati Muaraenim.

Namun sampai sekarang keputusannya tidak jelas. Bahkan pihak panitia masih tetap akan melaksanakan Pilkades. Atas keputusan tersebut, Ayipni dan Desianah tidak terima dan meminta dengan tegas agar Pilkades  Gunung Raja ditunda. Jika masih tetap dilaksanakan sesuai jadwal tersebut maka pihaknya akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran serta tuntutan secara hukum.

“Kita sudah cross chek ke pihak DPRD Muaraenim, ternyata mereka juga belum menerima tembusan Perbup tersebut. Kita minta, clearkan dahulu permasalahan ini, baru Pilkades digelar,” tukasnya.

terkait dengan kisruh itu, Kapolres Muaraenim AKBP Nuryanto, meyakinkan secara umum pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Muaraenim akan berlangsung aman dan lancar. Namun diakuinya ada satu desa yang akan di antisipasi yakni Desa Gunung Raja. “Kita siapkan satu peleton pasukan untuk pengamanannya,” ujar Kapolres.

TEKS / FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *