Pasar Tradisional Maunya Direvitalisasi, Tapi Pedagang Mau dipindahkan Kemana?

PALEMBANG, KS

Niat pemerintah Palembang untuk melakukan revitalisasi sejumlah pasar tradisional masih terbentur dengan persoalan lokasi pemindahan yang sempit, sehingga proses revitalisasi itu belum maksimal.

Padahal, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Palembang, Syahrul Hefni menyebut, sampai 2019 menargetkan setiap pasar tradisional akan direvitalisasi.  Metodenya, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang setiap 1 tahun minimal ada 2 pasar tradisional yang direvitalisasi.

Namun pada proses selanjutnya  rencana revitalisasi ini, terhambat oleh beberapa hal. Diantaranya, pihak pasar belum menyerahkan Detaild Engineering Design (DED). Akibatnya rencana ini menjadi tertunda.
Hal lain yang juga menghambat adalah sempitnya lokasi, sehingga menyulitkan  revitalisasi.  Saat proses revitalisasi berlangung, Pemkot Palembang mau tidak mau harus memindahkan sementara pedagang yang saat ini bercokol di lokasi.

Namun lagi-lagi, lahan yang terbatas menjadikan revitalisasi ini belum berjalan mulus. Apalagi, saat ini paling tidak ada 20 pasar tradisional yang dikelola Pemkot Palembang. Sejumlah pasar itu menyebar di tiap kecamatan.

“Selama revitalisasi itu mau dipindahkan kemana. Misalnya pedagang di Pasar 26 Ilir. Kita juga akan kesulitan membebaskan lahan milik pribadi warga. Karena disana justru lebih banyak pasar tumbuh, ketimbang pasar 26 yang sebenarnya. Namun, kita akan mencari cara untuk menemukan solusinya,” tegasnya, belum lama ini, Selasa (22/9/2015).

Syahrul juga mengakui, revitalisasi pasar tradisional ini membutuhkan dana yang sangat besar. Namun dana ini akan mendapat bantuan dari pemerntah pusat.“Sumber dananya bantuan dana dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI,” ujarnya.

Twerkiat dengan hal itu, Wali Kota Palembang, Harnojoyo dalam sebuah kesempatan mengakui banyak pasar tradisional di Palembang yang harus direvitalisasi. Hal ini dilakukan supaya masyarakat, baik pedagang maupun pembeli mendapat kenyamanan saat melakukan transaksi jual beli. “Rencana ini sangat sejalan dengan program Kemendag yang saat ini sedang ingin menciptakan pasar tradisional yang layak, aman, dan nyaman,” ujarnya.

Sebagaimana informasi sebelumnya, tahun lalu Pasar 10 Ulu yang sudah direvitalisasi. Bahkan kali itu diresmikan Menteri Perdagangan. “Nah, di tahun 2016 akan ada revitalisasi lagi,” tegasnya.

TEKS : IMAMAH AL-GHONY

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *