RPH Empat Lawang Belum Difungsikan, Kok Sudah Direhab?

EMPAT LAWANG, KS
Bangunan rumah potong hewan (RPH) di Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalintengsum) kawasan talang 12, Kecamatan Saling Kabupaten Empat Lawang direhab. Tidak hanya direhab, bangunan RPH yang belum pernah difungsikan itu kini juga dibangun perlengkapan pendukung seperti bangunan kandang ternak dan pagar beton.

Tentu saja hal ini dipertanyakan warga. Sebab mereka menilai jika tiga paket proyek milik Dinas Pertanian, Perternakan dan perikanan (DP3) Kabupaten Empat Lawang tersebut adalah proyek pemborosan anggaran. Diduga hal itu hanya menguntungkan rekanan pelaksana proyek saja.

“Aneh saja, masa bangunan yang belum pernah difugsikan justru direhab, mendingan dananya dibantukan pada petani untuk modal produksi, lebih jelas manfaatnya,” ungkap Rohidin, warga Kecamatan Saling Kabupaten Empat Lawang.

Dikatakannya, setau dirinya, bangunan yang selasai dibangun pada 2012 silam itu, tidak pernah dimanfaatkan. Lebih aneh lagi, bangunan awal yang berasal dari APBN itu, hampir setiap tahun ada saja proyek di lokasi bangunan tersebut. Mulai jalan setapak hingga pagar. Sementara sampai sekarang bangunan tersebut tidak pernah difungsikan. “Hampir setiap tahun ada saja proyek di sana, sementara yang kita tahu ini tidak pernah difungsikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DP3 Kabupaten Empat Lawang, Rudianto melalui Kabid Perternakan, Jhon Heri Hanura, saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2015) mengatakan, adanya selentingan seperti itu memang dapat dimaklumi. Sebab  menurut Jhon selama ini RPH tersebut belum difungsikan karena belum memiliki peralatan lengkap seperti alat potong, kandang ternak, maupun rumah potong sendiri dan perlu tambahan perbaikan.

“Jadi, selama ini alasan belum difungsikan karena belum memiliki alat pemotong hewan. Alat perlengkapan itu baru dilengkapi tahun ini. Insya Allah tahun mendatang sudah berfungsi. Wajar jika dipertanyakan masyarakat selama ini tidak difungsikan justru dibangun,” jelasnya.

Diakui Jhon, jika saat ini rehab bangunan RPH dan bangunan penunjang lainnya, dilakukan oleh pihak ketiga dengan tiga paket berbeda, diantaranya rehab RPH, pembuatan kandang, dan pembuatan pagar serta pos penjagaan RPH. “Kami berharap pembangunan ini benar-benar sesuai, sehingga dapat berfungsi maksimal kelaknya,” imbuhnya.

Ia menegaskan  jika awal tahun 2016, bangunan RPH akan difungsikan. Beberapa hal yang masih perlu dilengkapi pada RPH tersebut diantaranya pengolaan limbah. Jhon menjelaskan, pihaknya baru berencana akan membuat semacam tempat pengolaan limbah yang berfungsi dapat menghasilkan biogas agar dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Awal tahun Insya Allah akan berfungsi, tinggal melengkapi tempat pengolaan limbah nantinya diharapkan bisa dikelola menjadi biogas,” tukasnya.

TEKS / FOTO : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *