Gara Tersinggung Warga di Lahat Tuntut Penutupan Galian C

LAHAT, KS

Gara-gara tersinggung, jalan menuju Galian C milik  Agus Kaelani alias Akay di Desa Karang Anyar Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat diblokir warga. Mereka melakukan aksi dengan membuat portal dadakan di jalan tersebut,Senin (21/09).

Menurut warga, sebelum ada keputusan permasalahan antara warga dengan Akay, jalan menuju Sungai Lematang lokasi Galian C milik Akay beroperasi masih akan terus ditutup.

Aksi warga ini dibenarkan Kepala Desa Karang Anyar Darmawansyah,SH menurut Iwan—panggilan akrab Darmawansyah, Galian C milik Akay merusak ekosistem lingkungan hidup di Sungai Lematang.Darmawan menyebutkan,  Lubuk Selike hingga sekarang hanya tinggal kenangan.

“Para pengemplang galian C harus dipenjara. Para perusah lingkungan itu harus diadili. Bahkan kami menuntut pencabutan dan peutupan usaha perusahaan galian C Akay karena merusak daerah aliran sungai,” tegas Iwan.

Iwan mengatakan, pihaknya akan menunggu keputusan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Sebab dalam waktu dekat pihak Pemkab akan turun dan akan mengkaji ualng tentang Galian C tersebut.

“Ini kita lakukan supaya sama-sama enak dan ada keputusan, baik dari warga, Akay dan pemerintah. Kalau tidak ada keputusan, maka demo kembali dilakukan untuk menuntut keadilan,” tegas Iwan.

Ketua BPD Desa Karang Anyar, Melwan juga mengatakan, alasan warga menggelar aksi demo ini karena warga seperti  dianak tirikan. “Demo ini juga  dilakukan karena ketersinggungan dengan kata yang dilontarkan Akay yang mengatakan : kalau mau demo-ya demo aja pada kami,” ucap Melwan menirukan Akay.

Terpisah, Akay  menjelaskan pihaknya akan menunggu hasil dari masyarakat Desa Karang Anyar. “Kita lihat maunya seperti apa mereka? Kalaupun yang dibahas mereka tentang ucapan saya : “Kalau mau demo ya demo aja”  itu saya tidak ingat lagi, karena waktu itu saya lagi pusing atau emosi,” kata Akay.

melihat desakan warga itu, Akay siap menemui warga untuk menuntaskan permasalahan ini. Akay berharap  masalah besar dikecilkan, yang kecil dihabiskan.

“Saya siap memenuhi apapun maunya warga asalkan masih pantas untuk dipertanggung jawabkan, kita menunggu suasana dingin. Dalam waktu dekat saya akan berunding kembali dengan warga untuk memecahkan masalah ini,” tegasnya kepada wartawan Kabar Sumatera.

TEKS / FOTO :  JUMRA ZEFRI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *