DPRD Lubuklinggau Minta Bongkar Proyek Drainase Asal-Asalan

LUBUKLINGGAU, KS

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Lubuklinggau, kemarin (Selasa, 22/9/2015) melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek perbaikan drainase di Kelurahan Simpang Periuk yang dinilai dikerjakan asal-asalan.

Para anggota Komisi III nampak  marah dan kecewa melihat kondisi proyek tersebut. Sebab pembangunan yang dilakukan tidak menunjukkan perhatian terhadap kondisi pemukiman  masyarakat. Parahnya lagi,  pembangunan drainase itu menutup saluran pembuangan pemukiman warga.

Demikian dikatakan, Wakil Ketua II DPRD Lubuklinggau sekaligus Koordinator Komisi III bidang Pembangunan DPRD Kota Lubuklinggau, Suyitno Selasa, disela sela Sidak kemarin (22/9/2015)

Politisi PDI Perjuangan ini juga   menegaskan, pihaknya telah berulang kali  mengingatkan agar  pembangunan drainase perkotaan  jangan asal-asalan. Sudah seharusnya pembangunan itu memperhatikan kondisi lingkungan pemukiman. Namun  kenyataannya pembangunan dilakukan asal-asalan.

“Beton lama yang tidak dibongkar menyebabkan penyempitan diameter, mereka langsung bangun saja. Jarak sumbu besi hanya tiga centimeter (cm) seharusnya 10 cm. Ini hanya ngejar proyek cepat selesai kualitas tidak diperhatikan,” cetusnya.

Komisi III mengaku tidak puas dengan pembangunan  tersebut. Oleh sebab itu dewan akan memanggil  pihak rekanan dan instansi terkait. Hal ini dilakukan karena bangunan yang dilakukan bukan bermanfaat bagi masyarakat tetapi menjadi bencana, karena saluran selokan pemukiman warga tertutup.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Lubuklinggau, Hendi Budiono, juga mendesak seluruh bangunan drainase tersebut dibongkar dan ditata ulang. Karena drainase yang dibangun menutup saluran pembuangan.

Hal ini terbukti, pemukiman warga RT 6 Kelurahan Simpang Periuk beberapa hari lalu kebanjiran akibat pembangunan drainase tersebut.  “Ini memang  belum ada  kerugian negara karena proyek masih berjalan. Tapi dana pembangunan ini  tidak sedikit , sayangnya bukan bermanfaat di masyarakat tetapi menimbulkan masalah baru,”tegasnya

Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) yang notabene  pendukung pemerintahan ini juga  menyesalkan pembangunan tersebut, karena  tidak sedikit dana yang digelontorkan namun kualitas pengerjaan tidak diperhatikan.

TEKS / FOTO : SRI PRADES

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *