Hutan Gunung Dempo Pagaralam Terbakar, Puluhan Hektare Hangus

PAGARALAM, KS

Mamat, Ruslan (57) dan sejumlah warga Kampung 2 Gunung Dempo Pagaralam Sumatera Selatan, seketika berhambur keluar rumah. Wajah mereka cemas. Perasaan mereka panik ketika menjelang Shalat Maghrib sekitar 17.30 WIB, Selasa (15/9/2015)  warga menyaksikan kobaran api di lereng Gunung Dempo kian membesar. Tak ayal, asap pun membumbung tinggi.

Kawasan Shelter 2 Gunung Dempo Pagaralam Terbakar (Foto.Dok.KS/Anton)

Kawasan Shelter 2 Gunung Dempo Pagaralam Terbakar (Foto.Dok.KS/Anton)

Untung lokasi kejadian cukup jauh dari permukiman warga. Tapi rasa khawatir itu tetap tersemburat di wajah warga. “Kalau kobaran api terus meluas hingga ke puncak Dempo, kami sangat khawatir akan terjadi bencana lainnya,” kata Mamat.

“Menjelang Sholat Magrib, kawasan Shelter 2 (Mata air) banyak kabut asap pekat. Bahkan dari sini terllihat beberapa titik api. Makanya warga bergegas keluar rumah. Mereka ingin lihat kobaran api yang terus membesar,” ujar warga yang matanya masih tertuju pada kilatan api yang kian membara.

Rasa khawatir itu juga berselinap dalam diri Ruslan. Sebab musim kemarau yang melanda Kota Pagaralam dan sekitarnya, telah membuat sejumlah lahan perkebunan warga ikut terbakar. Termasuk hutan lindung juga terancam bencana kebakaran akibat mengalami kekeringan. Akibat kebakaran itu telah menghanguskan puluhan hektare lahan di lereng Gunung Dempo. “Saat ini ada sekitar 4 hektare kawasan hutan lindung terbakar,” ujar Herawadi, S.Sos, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pagaralam.

Terkait dengan itu Herawadi menyebut, pihaknya tengah berupaya melakukan pemadaman sejumlah titik api di lereng Gunung Dempo, tepatnya di kawasan Selter 2. Sejumlah personil pemadam bahaya kebakaran (PBK), Tagana diterjunkan serta dibantu TNI/Polri dan warga setempat.

Namun diakui, Titik api sulit dijangkau. Sebab tim pemadam hanya menggunakan peralatan seadanya sehingga upaya pemadaman tidak berjalan maksimal. “Kita tengah berupaya melakukan pemadaman titik api dengan peralatan seadanya,” terangnya.

Akibatnya kobaran api kian meluas dan sulit untuk dipadamkan secara cepat.  “Jika kobaran api tidak dapat dipadamkan hingga dini hari nanti, kita terpaksa meminta bantuan pihak BPBD Provinsi Sumsel guna menenjunkan personilnya melalui jalur udara,” tambahnya.

Pantauan di lapangan, hingga dini hari (tadi malam) kobaran api kian meluas hingga puluhan hektare hutan lindung di lereng Gunung Dempo hangus terbakar.

TEKS : ANTONI STEFEN

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *