Eks Galian Tambang Rakyat Ilegal Terus Mengeluarkan Api dan Asap Hitam Pekat

TANJUNG ENIM, KS

Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) PTBA dalam lima hari terakhir ini disibukkan oleh terbakarnya eks lokasi tambang batubara yang dikelola rakyat secara ilelagl. Peristiwa ini adalah kali kedua, setelah di Bulan Juni lalu terjadi peristiwa serupa. Lokasi yang terbakar berada di dusun I sekitar 2 Km dari Simpang Karso, Desa Darmo, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Kepada Hendro Aldo Irawan Reporter RGBA FM, Iin Sofian, Asisten Manager (Asmen) Penanggulangan Kecelakaan dan Kebakaran (PK&K)  yang juga menjabat sebagai Koordinator SAR PT.Bukit Asam (Persero) Tbk Tanjung Enim membenarkan peristiwa itu. Iin mengatakan, kebakaran terjadi sejak Senin (14/9/2015) hingga kemarin, Selasa siang (15/9/2015).

Iin menceritakan, berawal sejak awal September lalu, tepatnya Selasa (1/9/2015) pihaknya sudah melakukan penanggulangan kebakaran di lobang terowongan bekas galian batubara di atas lahan milik Suradal warga Saringan Tanjung Enim. Di lokasi itu terdapat tiga titik, yaitu 2 lobang masuk dan 3 lobang keluar yang sudah mengeluarkan api.

Setelah berhasil di padamkan, ternyata sejak 5 hari terakhir ini titik lobang api kembali muncul. Kali ini di atas lahan tanah milik Edi Sutisna warga BTN Mandala Tanjung Enim yang membuat lobang baru. Awal nya kecil, tapi sekarang membesar hingga kembali menimbulkan api dan asap hitam pekat.

Salah satu lokasi lobang yang terbakar berada di Dusun I sekitar 2 Km dari Simpang Karso, Desa Darmo, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. (Foto : Dok/KS/Aldo)

Salah satu lokasi lobang yang terbakar berada di Dusun I sekitar 2 Km dari Simpang Karso, Desa Darmo, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. (Foto : Dok/KS/Aldo)

“Karena ada longsoran dari lobang yang pertama terbakar, hingga menimbulkan singkapan batubara baru, sampai akhirnya terbakar lagi dan menimbulkan 5 lobang besar dengan diameter bervariasi, seperti yang terlihat dari gambar,” ujar Iin yang di dampingi Danramil 0404-05 Kapt.Inf Sitohang beserta anggotanya yang turun mengawasi dan melakukan pengamanan di lokasi kebakaran.

Iin menjelaskan, pihaknya dalam melakukan penanggulangan kebakaran menggunakan sistem penggalian bongkahan lobang terlebih dahulu. Tim-nya, kata Iin menggunakan alat berat jenis PC atau Beko. Kali itu pihaknya melakukan penyemprotan untuk menghilangkan panasnya api. Setelah itu tanah galian dijadikan lumpur. Tujuannya untuk ditimbunkan kembali ke dalam lobang bongkahan tersebut hingga padam.

“Kalau hanya pakai air itu akan lebih mempercepat penguapan terhadap batubara hingga nanti akan menjadi lebih besar. Jadi ya itu cara efektivitas supaya lebih bisa di padamkan apa yang bersumber dari batubara yang terbakar tersebut,” jelasnya.

Ketika di tanya apakah nantinya titik lobang yang sudah di padamkan dan ditutup tidak akan menyala lagi? Iin menjamin hal itu tidak akan terjadi lagi.  “Dari lokasi yang lama tidak akan menyala lagi, selagi saat kita melakukan pemadaman, tidak terjadi longsoran atau tanah turun dari materil batubara tersebut ke tempat lainnya. Karena kalau terjadi longsoran akan menimbulkan bukaan atau singkapan-singkapan lobang lainnya hingga akan kembali terbakar, mengingat dari dalam tanah tersebut efek panasnya masih ada,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi terlihat kondisi cuaca yang panas sangat ekstrim. Di tambah kencangnya tiupan angin membuat api dan asap hitam pekat terus di keluarkan dari mulut lobang atau terowongan bekas lokasi penambangan illegal. Upaya pemadaman pun sudah dilakukan dengan mendatangkan kendaraan Damkar PTBA serta Truck Tangki air suplai berbagai ukuran.

Diberitakan sebelumnya,  eks lokasi penambangan batubara rakyat illegal milik warga yang berlokasi di Dusun 1 Simpang Karso Desa Darmo Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan terbakar hebat sejak awal september (1/9/2015) lalu. Kala itu mengeluarkan api dan kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara. Walau tidak menimbulkan korban jiwa, namun membuat warga yang berdomisili di sekitar lokasi merasa was-was dan menjauh dari lokasi. Besarnya api dan medan yang berat untuk menjangkau lokasi, membuat upaya pemadaman belum bisa dilakukan maksimal.

Camat Lawang Kidul Drs.Asarli Manuddin M.Si mengatakan, sejauh ini sejak terjadinya insiden pertama kebakaran di lahan eks tambang rakyat ilegal tidak ditemukan adanya korban jiwa. “Sementara lahan atau lokasi yang terbakar itu sudah di tinggalkan dan tidak ada lagi aktivitas penggalian batubara oleh warga,” ujarnya ketika dijumpai di ruang kerjanya, Selasa (15/9/2015).

Terpisah, Kapolres Muara Enim AKBP Nuryanto S.IK.MSi belum lama ini kepada sejumlah awak media mengimbau kepada warga supaya meninggalkan lokasi penambangan tanpa izin tersebut. Sebab menurut Nuryanti, hal itu melanggar aturan, baik Undang-Undang Lingkungan Hidup maupun Undang-undang Pertambangan. “Kebakaran ini murni akibat kemarau panjang, dimana kalori batubara rendah rentan terbakar dan sulit untuk di padamkan. Kedepan Nuryanto mengatakan pihaknya akan membentuk tim Satgas untuk menertibkan penambangan tanpa izin itu.

TEKS / FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 ‎




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *