Si Jago Merah Mengintai Kawasan Pintu Masuk Bukit Kendi ‎

TANJUG ENIM, KS

Kota Tanjung Enim dan sekitarnya, saat ini disebut sebagai salah satu wilayah yang memiliki titik panas (hot spot) di musim panas kemarau 2015. Dalam pekan ini, tercatat kebakaran terjadi di sejumlah tempat. Setelah sebelumnya di 4 titik api antara kawasan Desa Tegal Rejo RT 14 dan Lingkungan Mandala (8/9/2015), menyusul kemudian keesokan harinya pada 9/10/2015) di kawasan hutan Lingkungan Bedeng Kresek, Bukit Munggu. Kebakaran  yang baru terjadi, kemarin malam, Sabtu (12/9/2015) di kawasan hutan belukar Bukit Kendi.

Berita sebelumnya : Lahan di Tanjung Enim Terbakar, Pemadaman Sampai Malam Hari.

Kebakaran di kawasan hutan belukar Bukit Kendi, tepat berada di dekat pintu masuk Bukit Kendi (depan taman bukit asam). Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) PT.Bukit Asam mendapatkan informasi sekitar pukul 19.10 WIB. Begitu mendapatkan informasi Tim Damkar PTBA langsung meluncur ke lokasi kejadian.

Hal itu di katakan oleh salah satu petugas Damkar PTBA,  Iin Sopian yang yang berhasil di hubungi reporter RGBA FM lewat pesan singkat SMS (short message service), pada pagi hari nya, Minggu (13/9/2015).

“Benar pak kami tim Damkar PTBA tadi malam sudah melakukan penanggulangan kebakaran supaya api tidak menyebar ke kawasan hutan lainnya.  Begitu mendapat laporan sekitar pukul 19.10 WIB, kami langsung meluncur ke TKP untuk melakukan pemadaman sampai pukul 00.55 WIB,” ujar Iin Sopian dalam pesan singkatnya.

Menutu Iin proses pemadaman tidak mengalami kendala. Namun begitu dia mengakui kata dia, Tim Damkar agak kesulitan menjangkau lokasi, mengingat kondisinya hutan belukar.

Belum lagi lokasi kejadian berada diatas bukit dan jauh dari jalan raya. Oleh karennya, pihak Damkar menggunakan peralatan lengkap guna menhanggulangi kemungkinan buruk.

Tim Damnkar kemudian memasang selang untuk menjangkau lokasi sekitar 5 – 6 sambungan. Ada 1 unit mobil Damkar dan 1 unit mobil tank suplai air milik PT.Bukit Asam (Persero) Tbk. Kali itu, Tim Damkar PTBA juga menurunkan dari Satuan Kerja (Satker) Mine Rescue, sekitar 4 orang dan di tambah dari Regu PK& K.

Kebakaran di Di dekat PIntu Bukit Kendi (Foto : Dok.KS/BAFM/Aldo)

Kebakaran di Di dekat PIntu Bukit Kendi (Foto : Dok.KS/BAFM/Aldo)

Menurut kesaksian Candra (32) salah seorang security yang di jumpai di lokasi kebakaran, Sabtu malam (12/9/2015) menceritakan, kejadian kebakaran di kawasan belukar hutan Bukit Kendi, sebetulnya sudah terjadi sejak sore hari sekitar pukul 16.30 WIB.

“Yo kak awalnyo sore tadi, sekitar jam setengah limo. Aku kan lagi piket jago di pos simpang pintu masuk kawasan Bukit Kendi. Nah, tibo-tibo bae ado warga yang nak berangkat ke kebon dan kebetulan melintas di depan pos yang langsung ngasih tahu aku, kalau ado kepulan asap dari dalem belukar utan itu. Terus aku langsung melaporke ke rekan tugas aku yang lainnyo untuk secepatnyo melapor ke tim Damkar PTBA,” jelasnya kepada  Hendro Aldo Irawan, Reporter Radio Gema Bukit Asam (RGBA) FM.

Candra juga menjelaskan, sebelum kebakaran lahan hutan, kebakaran sudah terjadi lebih dulu di kawasan hutan di depan Rumah Sakit Bukit Asam Medika. Itu terjadi  sekitar pukul 15.30 WIB. Namun api itu padam dengan sendirinya. Setelah itu sekitar pukul 16.30 WIB terjadi lagi titik api di sekitar belukar kawasan Bukit Kendi.

Sementara itu, Management PT.Bukit Asam (Persero) Tbk, melalui Manager Humas PTBA, Nan Budiman yang sempat melihat langsung di lokasi, mengatakan di musim panas dan kemarau seperti sekarang tentu sangat rawan terjadinya kebakaran. Baik kebakaran rumah atau pun berupa kawasan lahan, khususnya di sekitar perusahaan. Oleh karena itu kata Nan Budiman, management PTBA sudah menyampaikan kepada segenap karyawan untuk selalu memantau di setiap kesempatan.

“Ya karena pada umumnya kejadian kebakaran seperti ini, bukan karena tanpa penyebab. Tapi kalau kejadian kebakaran yang terjadi di depan kita ini, bukan karena sebab batubara. Ya, pokoknya sementara kita belum tau penyebabnya. Mungkin karena ada orang yang sengaja melempar puntung rokok atau ada warga yang sedang berkebun. Jadi kita belum tau penyebabnya apa?”ujar Nan Budiman.

Nan Budi menambahkan, kalau di lihat dari lokasi kebakaran tentu sangat jauh dari lokasi tambang.  “Jadi bisa juga kemungkinan karena akibat panas kemarau hingga menimbulkan titik api dengan sendirinya,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, upaya yang sudah di lakukan pihak management, PTBA memberi imbauan kepada intern karyawan, bila ada tanda-tanda titik api untuk sedini mungkin memberitahu ke Satuan Kerja terkait di PTBA, seperti security dan Damkar.

Ketika di tanya kelengkapan sarana prasarana alat pemadam milik PTBA, Nan Budi balik bertanya, sejauh ini apa masih dianggap kurang? Lantas ia menjelaskan kelengkapan alat pemadam kebakaran yang di miliki PTBA sejauh ini sudah sangat lengkap, seperti pihak PTBA sudah mempunyai 1 unit mobil Damkar ukuran besar, kemudian mobil Damkar (BPK) ukuran kecil ada 2 unit,” pungkasnya.

TEKS : HENDRO ALDO IRAWAN – Reporter RGBA FM Tanjung Enim‎

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *