Udara Palembang di atas Baku Mutu, ISPA Mengancam Warga

PALEMBANG, KS

Satu bulan terakhir perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tersita oleh kebakaran hutan dan lahan di sejumlah Kabupaten di Sumatera Selatan (Sumsel). Pasalnya asap yang mengawan berdampak serius. Selain menimbulkan kabut pekat, juga mengakibatkan kualitas udara berada di atas ambang baku mutu. “Udara kita saat ini sudah di atas ambang normal terutama pada pagi, sore dan malam hari,” ujar Indra Purnama, Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG, Indra Purnama, Senin (9/9/2015)

Indra mengatakan, pihaknya mencatat rekaman alat pemantau partikular meter PM 10 di Stasiun beberapa hari terakhir, kualitas udara di Palembang sudah berada di atas ambang normal 150 mikro gram/m3. Akibatnya sebulan terakhir, kondisi kabut asap kian parah. Kondisi ini telah menurunkan kualitas udara Palembang. Bahkan makin hari kian buruk. “Situasi ini dapat membahayakan kesehatan,” tegasnya.

Menurut Indra, kategori kualitas udara pada waktu tersebut, berada pada level tidak sehat hingga sangat tidak sehat dengan nilai berkisar 200–300 mikro gram/m3. Kategori kualitas udara 0–50 mikro gram/m3 baik. Kemudian pada level 50–150 sedang. 150–250 tidak sehat. 250–350 sangat tidak sehat. Dan pada level lebih dari 350 mikro gram/m3 berbahaya.

Melihat kualitas udara Palembang yang sudah berada pada level tidak sehat hingga sangat tidak sehat, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah atau ruangan. “Sebaiknya mereka menggunakan masker, agar mencegah terhirup udara kotor yang berasap. Sebab  udara seperti sekarang terdapat abu sisa kebakaran hutan dan lahan secara langsung,” tambahnya.

Ratusan Warga Terserang ISPA

Efek buruk udara yang tidak sehat ini disebut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, dr Anton Suwindro, pada September ini ada ratusan warga terserang ISPA. Mereka karena tidak kuat menghirup udara yang tercemar asap dari kebakaran hutan dan lahan. “Data ini kami dapat berdasarkan laporan dari beberapa Puskesmas.

Terkiat dengan hal itu, pihaknya  sudah menyebar puluhan ribu masker kepada masyarakat. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar masyarakat terhindar dari ISPA. Anton menyebut, pihaknya juga mengusulkan kepada Disdikpora untuk meliburkan sekolah. “Dan usulan itu disambut baik, dan Disdikpora sudah meliburkan sekolah. Pada kondisi kualitas udara buruk seperti sekarangm, meliburkan sekolah sangat tepat karena anak-anak sangat rentan terserang penyakit,” ujarnya.**

TEKS : IMAMAH AL GHONNY

EDITOR : IMRON SUPIRYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *