SUMSEL AKAN KE EUROPALIA FESTIVAL ART 2017

PALEMBANG, KS

PROVINSI Sumatera Selatan berkesempatan akan menampilkan heritage atau warisan budayanya di publik eropa melalui ajang Europalia Festival Art yang diselenggarakan di Belgia 2017 mendatang.

Lewat Festival itu, Sumsel berminat membawa kebudayaan tua Sriwijaya untuk lebih dikenal lagi di pasar Eropa.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata (Disbudpar) ProvinsiSumsel, Irene Camelyn Sinaga mengatakan Europalia Art Festival merupakan salah satu wadah untuk menampilkan kebudayaan Indonesia bersama puluhan negara peserta lainnya.

Di ajang ini pihaknya siap akan menampilkan kebudayaan Indonesia dari Sumsel seperti beberapa keberadaan situs heritage peninggalan tua Sriwijaya, mulai dari artefak sejarah sampai kesenian kontemporer.

“Tanah Eropa itu ramah akan kebudayaan karena masyarakat di sana sangat menyukai kesenian dan hidup dalam budaya, jadi kita bersungguh-sungguh memanfaatkan ajang ini supaya kebudayaanSumsel dikenal di tanah Eropa,” ungkap Irene usai mendampingi Asisten Kesra Ahmad Najib pada pertemuan dengan General Manager Europalia dalam rangka pelaksanaan Festival Budaya Europalia 2017 di Ruang Kerja Asisten Kesra, Senin (31/8/2015).
Saat ini kata Irene, tim panitia penyelenggara Europalia Art Festival telah mengunjungi beberapa daerah di Indonesia termasuk Sumselyang kini mereka kunjungi.

Kedatangan Tim Europalia Art Festival ke Sumsel diwakili langsung oleh General Manager, Kristin de Mulder untuk memantau dan menyeleksi potensi kebudayaan Indonesia yang layak ditampilkan di ajang tersebut.
“Pantia penyelenggara di sini bertindak independen, mereka bebas menentukan apa saja kebudayaan Indonesia yang akan ditampilkan di sana. Jadi kita hanya berupaya memperkenalkan sebaik mungkin apapun budaya Sumsel agar diminati dan layak masuk di ajang ini,” kata Irene.

BACA JUGA : Seni Budaya Sumsel Akan Keliling Eropa

Dijelaskannya, selama proses seleksi yang dilakukan tim festival untuk menentukan mana saja artefak dan kesenian Nusantara yang akan dipamerkan dalam festival itu.
Tim Disbudpar Sumsel sendiri telah mengajak tim penyeleksi berkeliling ke beberapa situs budaya unggulan di Sumsel mulai dari prasasti Talang Tuo, Gua Harimau, rumah pembuatan kain songket hingga kuliner seperti pempek.
“Kita hanya mempromosikan budaya tua kita, karena provinsiSumsel sudah terbukti sejarahnya sebagai daerah pemilik situs yang paling tua bahkan berumur beribu-ribu tahun lalu,” jelasnya.

Meski begitu, secara umum Irene belum bisa menggambarkan seberapa besar peluang kebudayaan Sumsel akan lolos seleksi panitia festival. Yang jelas, kata dia, kegiatan tersebut sangat efektif untuk memperkenalkan kebudayaan Sumsel di kancah Internasional karena diikuti banyak negara.

“Tentunya dengan warisan kebudayaan yang Sumsel miliki, kita optimis dapat menampilkan kebudayaan ditengah negara-negara peserta dengan harapan kedepan kebudayaan Sumsel dapat menembus pasar eropa,” ujarnya.
Panitia Festival Art Europalia Mrs Kristin yang ditemani Conselor dari Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Brussel Belgia Rian J P Saehu mengatakan Kedatangannya kali ini untuk melihat dan membuat daftar potensi, apa saja Seni dan budaya Sumsel yang bisa ditampilkan di Festival Art Europalia tahun 2017 nanti.

Menurut Kristin, semua seni budaya tersebut haruslah diperagakan atau dimainkan dengan sebagaimana mestinya, dengan keasliannya dan punya tema yang kuat. Sedangkan untuk seni yang sudah dikreasikan juga akan punya segmen tersendiri untuk juga ditampilkan.

Conselor dari Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Brussel Belgia Rian J P Saehu menambahkan, untuk menampilkan seni dan budaya ini nantinya harus memiliki tema yang satu tema yang sama. “Seni budaya yang sudah terpilih ini nantinya akan dioleh algi oleh Kurator Independen baik dari lokal maupun Eropa,” katanya.
Kemudian pihak kurator yang akan memilihnya. Seni dan budaya ini nantinya harus dipilih dengan sungguh-sungguh oleh seniman expert dan para kurator independen akan berdiskusi satu sama lain untuk kembali menentukan seperti apa konsep ini nantinya.

“Maka dari itu pemprov sumsel telah menyusun list awal, apa saja yang harus ditonjolkan oleh Sumsel untuk bisa diikutsertakan di Festval Art Europalia ini,” terangnya.

Ajang tersebut sangat matang persiapannya karena sudah mulai dipersiapkan 2 tahun sebelum acara digelar.
Indonesia sendiri mendapatkan kesempatan menampilkan Seni budayanya pada tahun 2017 nanti.
Dijelaskannya Kristin sudah sejak tahun 1969 menggelar festival seni seperti ini, Festival ini akan digelar selama 4 bulan, dan hanya didedikasikan untuk 1 negara saja.

Berkeliling ke 70 Kota di Eropa mempertunjukkan segala bentuk budaya Indonesia mulai dari musik, tarian, teater, pakaian, makanan dan lain sebagainya. Hal itu merupakan sebuah proyek besar, agar Indonesia bisa lebih dikenal di dunia.

Tentang Sumsel sendiri, Rian mengatakan bahwa Sumsel punya Aspek heritage Maritim yang sudah terkenal di Nusantara. Kerajaan Maritim Sriwijaya ini menarik untuk ditampilkan. “Ini pula yang membuat Sumsel menjadi salah satu provinsi yang dipercaya untuk ikut Festival ini,” tandasnya.
Festival Europalia Indonesia akan diselenggarakan selama 4 bulan dari Oktober 2017 hingga Januari 2018 di 75 kota di berbagai negara Eropa.

Selama 4 bulan, berbagai disiplin artistik akan ditampilkan melalui 4 pilar yang menjadi elemen dasar dalam penyelenggraan Europalia. Keempat pilar yang dimaksud adalah Heritage: menampilkan warisan budaya Indonesia; Contemporary: pertunjukan seni kontemporer para seniman Indonesia; Creation: menampilkan hasil kreasi baru karya para seniman Indonesia ketika mengikuti program ini; dan Exchange: kaloborasi seni yang dihasilkan secara bersama oleh seniman Eropa dan Indonesia.

Kristine de Mulder, selaku GM Europalia International berharap promosi seni budaya Indonesia yang luas di Eropa dapat meningkatkan rasa saling memahami dan menghargai antar sesama masyarakat Eropa dan Indonesia.
Festival Europalia rencananya akan diselenggarakan di Brussels, Oktober 2017, dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo dan Raja Belgia, Philip I. Acara ini rencananya juga akan dihadiri oleh pimpinan tertinggi Europalia, yaitu presiden Komisi Eropa, Presiden Dewan Eropa, dan Presiden Parlemen Eropa.

Europalia International merupakan organisasi non-profit berkedudukan di Brussel. Raja Belgia adalah Patron dari organisasi tersebut. Sejak tahun 2012, Europalia International telah melakukan penjajakan untuk menentukan Indonesia sebagai negara tamu melalui pertemuan dan kunjungan yang dilakukan baik oleh pihak pemerintah Indonesia maupun Europalia International. Dalam hal ini, Indonesia akan menjadi negara dari kawasan ASEAN yang pertama menjadi Guest Country untuk Europalia.

Festival Europalia merupakan salah satu festival terbesar di Eropa yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali oleh Europalia International. Organisasi tersebut telah menyelenggarakan 25 festival selama 46 tahun sejak tahun 1969.
Awalnya negara-negara tamu dalam festival ini berasal dari negara-negara anggota Uni Eropa (UE), dalam perkembangannya negara-negara di luar anggota UE yang merupakan mitra penting diundang menjadi negara tamu pada festival ini, antara lain; Jepang (1989), Meksiko (2003), Rusia (2005), Tiongkok (2009), Brazil (2011), India (2013) dan di tahun 2015 adalah Turki. (Sumber: Sriwijaya Post, 11 September 2015)

link tautan  : http://palembang.tribunnews.com/2015/08/31/sumsel-bakal-tampilkan-heritage-dan-budaya-di-europalia-festival-art




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *