Lahan di Tanjung Enim Terbakar, Pemadaman Sampai Malam Hari

TANJUNG ENIM, KS

Hariman warga Rt.04, H Sugiono warga Rt.03  dan Sarwani warga Rt.05 Desa Tegal Rejo Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim kini hanya bisa bersedih. Sebab lahan seluas 0,25 hektar miliknya dan 0,5 hektar milik H. Sugiono, kemarin (10/9/2015) terbakar.  Tak kecuali lahan  1 hektar milik Sarwani juga tak lepas dari amukan si jago merah.

Nasib serupa juga diderita Heri dan Elman, warga Dusun Tanjung Enim. Heri yang memiliki lahan seluas 0.25 hektar itu juga tak meyangka kalau lahan belukarnya terbakar. Demikian juga Elman yang terkejut saat mendapat informasi kalau lahan seluas 1 hektar miliknya ikut hangus oleh kobaran api.

Lahan yang terletak di kawasan Desa Tegal Rejo Rt.14 Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim itu tiba-tiba terbakar pada Rabu (9/9/10) hingga Kamis (10/9/2015). Sampai berita ini ditulis, pihak berwenang juga belum menjelaskan penyebab kebakaran itu.

Semak belukar yang berada di atas tanah perbukitan, memudahkan api cepat menyebar. Ditambah lagi kuatnya hembusan angin sehingga api cepat menjalar. Menurut data yang dihimpun oleh Aldo Irawan, Reporter Radio Gema Bukit Asam FM di lokasi kejadian, api diduga mulai menjalar dari pinggir jalan di depan pondok H.Sugiono.

H Sugiono menduga api itu berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh warga. Namun Sugiono tak mau spekulasi siapa oknum warga itu. Bahkan hingga kini tak diketahui identitasnya. “Mungkin ada orang yang buang puntung rokok sembarangan yang kemudian membakar semak-semak di pinggir jalan. Tambah lagi, sekarang ini cuacanya panas dan rumputnya kering. Makanya api dengan mudah membesar dengan sendirinya,” ujarnya saat di temui di lokasi kejadian.

Senada dengan itu, Heri yang lahannya juga menjadi korban kebakaran menjelaskan, saat api menjalar dirinya sempat ikut memadamkan. Tapi karena hamparan belukar itu berwujud rumput kering  akhirnya Heri dan warga lain sulit memadamkan api. “Saat itu saya berusaha untuk memadamkan, tetapi karena banyak rumput dan belukar yang sudah kering sehingga api cepat merambat ke lahan lain. Api terus membesar dan lokasi yang lahannya mudah terbakar,” ujar Heri, Kamis (10/9/2015).

Melihat situasi yang makin buruk, warga kemudian minta bantuan mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) milik PTBA dan PT. Pama. Bersama unsur Tripika, jajaran Pemerintahan Desa Tegal Rejo, sejumlah ketua Ketua RT untuk memadamkan api. Bahkan anak-anak muda pecinta alam yang menamakan dirinya Formapalakita Lawang Kidul ikut membantu . Upaya pemadaman berhasil.  Pukul 15.10 WIB Petugas Damkar PTBA menyatakan api sudah padam. Dalam kebakaran lahan itu kerugian materi berupa lahan belukar tanpa menelan korban jiwa.

Pemadaman Sampai Malam Hari

Namun pada pukul 16.30 WIB, Anjar, Ketua Penangulangan Bencana Desa Tegal Rejo Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim menginformasikan masih ada titik api yang hidup. Anjar menyebut, awalnya api itu kecil dan semakin lama membesar. Akhirnya api menyambar ke lahan lain.  Tak ayal Anjar dengan cepat kembali menghubungi pihak Tripika untuk kembali melakukan tindakan. Tak terkecuali pihak Damkar juga turun tangan kali itu.

Jpeg

Mobil Damkar yang sedang melakukan pemadaman di kawasan Lahan Desa Tegal Rejo Kec. Lawang Kidul Kab.Muaraenim (Foto.DOK.KS/Aldo RGBA FM)

Sedikitnya masih ada 0,25 hektar yang terbakar.  Kali itu Tim Damkar menurunkan 2 unit mobil Damkar dan dibantu 3 unit mobil suplai air.

Ternyata api dengan cepat menyambar. Sementara titik api sulit dijangkau  oleh Damkar karena posisi titik api terhalang pepohonan. Belum lagi kontur tanah dan posisi jalan berada di pinggir perbukitan mengakibatkan pancaran air dari selang pemadam sulit menjangkau titik api.

Menghadapi itu, Tim Damkar melakukan penyambungan  5 selang. Tim berharap upaya itu bisa menjangkau titik api. Selang yang panjangnya kurang lebih 20 meter kemudian dimaksimalkan untuk pemadaman. Celakanya, belum lagi api padam stok air di tangki Damkar habis. Akhirnya, mobil pengisian suplai air pun dengan sigap melakukan pengisian kembali ke dalam Damkar.

Guna mengantisipasi hal buruk pemadaman terpaksa harus dilakukan sampai malam hari. Pemadaman baru dinyatakan selesai pada pukul 22.00 WIB. Di pagi harinya masih terpantau asap kecil dari sisa lahan belukar yang terbakar malam sebelumnya.

Kawasan Bukit Munggu Juga Terbakar ‎

Sebelumnya kawasan hutan yang terletak di lingkungan Bukit Munggu Kelurahan Pasar Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, pada Minggu (6/9/2015) hingga, Senin (7/9/2015) juga terbakar.

Kebakaran ini, sontak membuat warga pemukiman di Bukit Munggu kaget dan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Untung dalam kejadian tidak menimbulkan korban jiwa. Namun beberapa tanaman milik warga habis terbakar. Oleh tokoh masyarakat setempat, kejadian ini kemudian dilaporkan warga kepada pihak-pihak terkait termasuk Pemadam Kebakaran (Damar) PT Bukit Asam dan perusahaan lain yang ada.

Kebakaran di kawasan Bukit Munggu Kec. Lawang Kidul Kab.Muaraenim (Foto.DOK/KS/Aldo)

Kebakaran di kawasan Bukit Munggu Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muaraenim (Foto.DOK/KS/Aldo RGBA FM)

 

Juri Hartono (45) ketua RT 04/05 Bedeng Kresek Bukit Munggu Kelurahan Pasar Tanjung Enim mengungkapkan, kejadian kebakaran hutan di kawasan arangan ini terjadi sejak Minggu (6/9/2015). Pihaknya mengaku belum mengetahui penyebab kebakaran itu. Namun warga sekitar mengetahui setelah api mulai menjalar dan terlihat sampai ke permukiman.

“Dari jam enam sore, saya bersama warga sudah di lokasi berusaha memadamkan api supaya kebakaran tidak melebar ke pemukiman. Warga khawatir dan tidak bisa tidur semalaman,” ungkap Juri, Senin, (7/9).

Ditambahkan, Yuli (40) warga Bukit Munggu mengatakan hutan di kawasan arangan Bukit Munggu itu sudah beberapa kali terbakar. Kejadian kemarin itu bukan yang pertama kalinya. Dirinya menduga, karena faktor musim kemarau dan kawasan arangan memang mudah terbakar menjadi faktor utama hutan itu terbakar. “Sudah beberapa kali terbakar, karena kawasan itu terdapat arang dan gas yang mudah terbakar,” ungkapnya.

Informasi dari warga setempat, kebakaran diketahui warga Bukit Munggu sudah sejak Minggu sore (6/9/2015) di daerah arangan hutan setempat. Api kemudian menjalar ke sejumlah kebun yang dikelola warga dan menghabiskan beberapa tanaman. Hingga pukul 22.00 WIB Minggu malam (6/9/2015) api belum bisa dipadamkan warga. Mobil Damkar PTBA yang didatangkan pun tidak dapat mencapai lokasi kebakaran karena sulitnya medan yang dilalui.

Hingga Senin (7/9/2015) kepulan asap dari kawasan hutan yang terbakar masih terlihat hingga di permukiman warga yang hanya berjarak ratusan meter saja. Kebakaran kawasan arangan di Bukit Munggu tersebut membuat warga yang bermukim disekitar resah. Warga merasa takut jika tidak kunjung padam, api akan merembet ke permukiman.

TEKS : ALDO IRAWAN (Reporter  RGBA FM Tanjung Enim)

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




One thought on “Lahan di Tanjung Enim Terbakar, Pemadaman Sampai Malam Hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *