Pasir Sungai, Dominasi Pertambangan Galian Golongan C

EMPAT LAWANG, KS

Usaha pertambangan tradisional di Empat Lawang saat ini yang paling banyak adalah golongan C yakni pasir, batu kerikil dan tanah timbun.  Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Empat Lawang H Syahril Hanafiah melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ahmad Syaiful Nasir dalam kegiatan sosialisasi penambangan tradisional daerah, belum lama ini, (9/9/2015).

“Oleh sebab itu kegiatan tambang tersebut harus dilakukan pengawasan ekstra sehingga tidak tidak merusak lingkungan dan keselamatan para penambang terjamin,” ujar Syaiful.

Selanjutnya berpesan, kepada para penambang tradisional yang ada di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati, agar lebih bersemangat dan tetap menjaga kelestarian lingkungan sehingga Pemkab Empat Lawang tidak merasa rugi telah memberikan bantuan kepada para penambang tradisional yang ada.

“Tidak menutup kemungkinan, penambang tradisional di Kabupaten Empat Lawang kedepannya akan mendapatkan bantuan-bantuan lainnya,” ungkap Syaiful Natsir.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan, Perkebunan, Pertambangan dan Energi (Dishutbuntamben) Empat Lawang, H Susyanto Tunut melalui Kabid Pertambangan, Edi Sumardi dalam laporannya menyampaikan jika pembinaan bagi para penambang tradisional di Kabupaten Empat Lawang tidak hanya sampai di sini saja, namun akan terus dibina dan diberi pemahaman berikut tentang ketentuan-ketentuan yang ada.

Dia berharap dengan diberikan bantuan-bantuan dan pemahaman tentang ketentuan-ketentuan yang ada ini, para penambang tradisional dapat lebih semangat dan lebih memahami bagaimana tata cara penambangan yang baik dan ramah akan lingkungan.

“Selain penambang tradisional yang menambang di lahan sendiri, ada juga penambang yang menambang di areal perusahaan yang berasal dari tiga kecamatan, yakni penambang dari Kecamatan Pendopo, Talang Padang dan Kecamatan Tebing Tinggi  kita undang,” ungkap Edi.

Sebetulnyo kata Edi, Dishutbuntamben sebelumnya menganggarkan untuk pembinaan dan sosialisasi yang lebih ditekankan ke hukum dan peraturan ini kepada 60 orang penambang, namun karena keterbatasan dana maka hanya ada 40 penambang yang diberikan bantuan dan pembinaan. “Mudah-mudahan nantinya pemahaman-pemahaman yang didapat dapat disalurkan kepada penambang lainnya,” imbuhnya.

TEKS : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *