Warga Empat Lawang Dukung Gerakan Penyelamatan Air

Sekda H Burhansyahn membuka GN KPA Empat Lawang 2015. (Foto : Dok.KS/Saukani)

Sekda H Burhansyahn membuka GN KPA Empat Lawang 2015. (Foto : Dok.KS/Saukani)

EMPAT LAWANG, KS

Sekda Empat Lawang, H Burhansyah mengajak masyarakat turut mendukung gerakan penyelamatan air. Sebab, sebagai daerah hulu sungai musi, akan banyak sekali manfaat jika fungsi dan kegunaan air dimaksimalkan.

Demikian disampaikan Burhansyah, saat membuka kegiatan singkronisasi pelaksanaan tim gerakan nasional kemitraan penyelamatan air (GN KPA) di Empat Lawang, Rabu (9/9).

“Pemkab Empat Lawang sangat mendukung gerakan ini, sejak 2012 lalu memang sudah dibentuk tim penyelamatan sungai. Program ini melibatkan dan butuh dukungan dari masyarakat,” kata Burhansyah.

Melalui GN KPA, akan diketahui kondisi riil dan kebutuhan Empat Lawang, terutama berkaitan dengan air, seperti irigasi, PDAM dan lainnya. Diharapkan, kedepan bisa terencana dengan baik, melalui dukungan kementrian dan pemerintah daerah. “Di Empat Lawang ini tidak kekurangan air, meskipun saat ini debit sungai musi berkurang. Namun, dibutuhkan bantuan agar bisa memaksimalkan air demi kepentingan masyarakat,” imbuh Burhansyah, mengingatkan agar SKPD terkait, mengikuti kegiatan penuh tanggungjawab.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Empat Lawang, H Nanti Kasih Ade mengakui, gerakan penyelamatan air, Empat Lawang menjadi tujuan, ini juga menjadi pintu bantuan ke Empat Lawang. Misalnya, jaringan irigasi persawahan.

Kenapa Empat Lawang, karena sebagai daerah hulu, menentukan keselamatan air, makanya harus ada pemanfaatan secara maksimal. Dalam program ini ada juga penanaman pohon, lokasi di desa rantau tenang kecamatan Tebing Tinggi. “Penyelamatan artinya, bagaimana penggunaan air, pemanfaatan dan pengawasannya,” jelas Nanti Kasih.

Ditempat yang sama, Kasi Operasi dan Pemeliharaan. Balai Besar Wilayah Rawa dan Sungai VIII. Kemen PU, Zul Antad mengakui, sikronisasi pelaksanaan tim GN KPA sudah pernah dilaksanakan di Empat Lawang sejak 2012 lalu. Selanjutnya dilakukan singkronisasi dan peninjauan kembali, mengenai kondisi sungai dan wilayah DAS. Kegiatan dimaksud, katanya, juga melibatkan tim kerja antar kementrian implementasi GN KPA dan rehabilitasi DAS kritis.

“Terima kasih atas dukungan dan apresiasi dai pemerintaan semua elemen masyarakat Empat Lawang. Tentunya kegiatan ini juga untuk memaksimalkan pembangunan daerah, terutama penyelamatan sungai,” imbuhnya.

TEKS : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *