Terkendala Dana, Jalan Poros Belum Rampung

EMPAT LAWANG, KS – Pengerjaan jalan poros Tebing Tinggi – Pendopo, masih terkendala dana. Meskipun sudah hampir lima tahun dikerjakan melalui proyek tahun jamak (Multiyears, red), akses sepanjang lebih kurang 27 kilometer tersebut belum rampung 100 persen.

Jalan poros HM Noerdin Panji, dibuka melalui Tentara Manunggal Membangun Daerah (TMMD) tahun 2010 lalu, terpaksa dilakukan secara bertahap, bahkan kemungkinan belum selesai pada tahun 2015 ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PU BM) Empat Lawang, HA Fauzi didampingi sekretaris, Yusran mengatakan, jalan penghubung pusat kota dengan pusat ekonomi tersebut yang belum diaspal sepanjang 18 kilometer dan dianggarkan pada tahun ini pengaspalan sepanjang 9 kilometer Kekurangannya besar kemungkinan akan dianggarkan pada tahun 2016 mendatang.

“Kita terus berupaya untuk menyelesaikan pembangunan jalan poros Tebing Tinggi – Pendopo, namun yang menjadi permasalah sekarang adalah terkendala dengan dana. Kalau target kita tahun 2015 ini selesai dengan menganggarkan kekurangannya pada APBD Perubahan, tapi itu belum pasti ada atau tidak uangnya,”ungkap Fauzi pesimis.

Dikatakannya, saat ini pengerjaannya sedang melakukan pemangkasan tebingan, karena mengingat ada dua titik jalan yang dianggap cukup tinggi dan nantinya akan kita datarkan supaya memenuhi standar. Pasalnya, memang geografinya yang perbukitan, sehingga tebingan itu tidak bisa dihindari.

“Berbagai upaya kita lakukan untuk melakukan pendataran, agar nantinya jalan ini dengan nyaman dilalui pengendara, sekalipun bermuatan berat, karena sudah sesuai dengan standar jalan. Ya, pihak kementerian pekerjaan umum yang sudah melihat kelapangan sendiri menyebutnya bukan lagi jalan kabupaten, tapi jalan nasional. Hal itu karena, kondisi jalan yang bisa landai sedemikian, meskipun pada posisi terbingan yang curam dan tegak,”bebernya.

Dalam kesempatan itu ia juga mengklarifikasi pernyataan warga sebagaimana diberitakan di media massa menyebutkan, akibat pemangkasan kembali tebingan yang sudah ditimbun, materialnya terbuang sia-sia. Menurutnya, meskipun dilakukan pemangkasan kembali, namun materialnya tidak dibuang, melainkan tetap dimanfaatkan dengan ditimbunkan kembali, setelah pemangkasan selesai.

“Sistemnya dialihkan sementara saja, selanjutnya akan dikembalikan lagi, bila pemangkasan sudah selesai. Ya, kalau dibuang sia-sia bisa rugi, kami juga tidak mau, karena semuanya sudah dipikirkan, toh dari awal ada konsepnya,”tukasnya. 

Teks: Saukani

Editor: Imron Supriyadi

Foto: IST

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *