500 Hektar Lebih, Kawasan Kumuh di Palembang

PALEMBANG,KS – Pengentasan kawasan kumuh di Kota Palembang, masih belum berjalan maksimal. Pasalnya, masih banyak kawasan kumuh di kawasan tepian Sungai Musi yang masih dirasakan masyarakat.

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Program Peningkatan Kualitas Permukiman (P2KP), Robinson mengatakan, secara keseluruhan terdapat sekitar 500 hektar lebih kawasan kumuh di Kota Palembang. Dari luasan tersebut, kawasan tepian sungai musi masih mendominasi kawasan kumuh tersebut.

Selain masih banyak rumah yang tidak layak huni yang belum mendapat sentuhan Pemerintah, program air bersih di Metropolis juga tidak tersentuh. Masih banyak warga yang harus menggunakan air sungai dan belum tersambung air bersih.

“Dari program inilah kita bisa menekan dan mendesak pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, agar segera mempercepat pembangunan pemukiman yang layak bagi warganya,”ungkapnya, usai acara Workshop P2KP di Hotel Swarna Dwipa, Rabu (29/7).

Sambungnya, guna mempercepat pengentasan masalah kawasan kumuh di ibu kota Sumatera Selatan (Sumsel) ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkot Palembang agar, lebih cermat melihat kondisi yang dibutuhkan oleh masyarakatnya. Pasalnya, kawasan kumuh tersebut masih didominasi pemukiman di padat penduduk mulai dari Kertapati, Seberang Ulu (SU) I, SU II, Gandus, dan yang lainnya.

“Dalam RPJMD tahun 2015-2019 pihaknya sudah menganggarkan dalam rencana tata bangunan sebesar Rp50 M dialokasikan untuk pengentasan kawasan kumuh menjadi perumahan layak huni,”akunya.

Terpisah, Kabid Perumahan, dinas PUCK Palembang, Albert Medianto mengatakan, semua bantuan sudah diberikan dalam pengentasan kawasan kumuh di SU. Melalui, program bedah rumah dengan bantuan dana dari Pemerintah Pusat dan APBD Kota Palembang yang digulirkan bertahap kepada masyarakat.

“Jadi, jika masih banyak warga yang belum merasakan, wajar saja. Karena dana itu diberikan bertahap, kalau kurang tersedia air bersih, nanti akan dilihat lagi program yang akan datang,”pungkasnya.

Teks : Trie Saputra

Editor : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *