Sekolah Disegel, Ratusan Siswa MAN Tebing Tinggi Terbengkalai

EMPAT LAWANG, KS – Ratusan siswa Mandrasah Aliyah Negeri (MAN) Tebing Tinggi, Empat Lawang terbengkalai tak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM). Pasalnya, seluruh ruang kelas di segel akibat sengketa lahan.

Hari pertama masuk sekolah usai libur panjang akhir semester dan merayakan hari raya Idul Fitri, Senin (27/7), para siswa hanya bisa pasrah berkumpul dengan teman-temannya diluar ruang kelas saja.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, penyegelan seluruh ruang kelas MAN Tebing Tinggi, dilakukan penggugat lahan, Tamrin. Sebelumnya lahan yang dipergunakan oleh sekolah tersebut dalam status sengketa dan tinggal menunggu hasil putusan siapa memenangi perkara tersebut, Tamrin selaku penggugat atau pemerintah dalam hal ini Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Empat Lawang. Selama proses perkara berlangsung, pihak penggugat tidak ingin adanya proses KBM di sekolah tersebut.

Sengketa lahan MAN Tebing Tinggi sudah berlangsung setahun terakhir, namun belum ada solusi terbaik antara kedua belah pihak. Gonjang-ganjing keributan sengketa lahan pun sudah ke ranah hukum. Senin (27/7) sekitar pukul 10.00 WIB, puluhan personil kepolisian dan TNI mendatangi MAN Tebing Tinggi, membuka segel kelas dan mengantisipasi terjadinya hal-hal tak diinginkan.

Kepala MAN Tebing Tinggi, Lambang Putra Fiktori melalui Kepala TU Ahmad Ervan Okta mengaku kaget, mendapati seluruh pintu kelas di sekolahnya di segel, tidak mengizinkan adanya proses KBM.

Masih kata Ahmad, melihat hal demikian pihaknya langsung meminta bantuan pihak kepolisian dan TNI untuk membuka seluruh pintu yang disegel, sehingga pintu-pintu tersebut langsung didobrak.

“Ya kita memintah bantuan pihak kepolisian dan TNI membuka paksa pintu-pintu sudah disegel,” ungkapnya.

Walaupun pintu sudah dibuka, lanjut Ahmad, proses KBM belum bisa dilaksanakan, dikarenakan pihaknya merasa khawatir nantinya akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan bisa mengancam keselamatan siswa.

“Seluruh siswa terpaksa kita pulangkan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Akan tetapi besok (hari ini, red) seluruh siswa diwajibkan datang kesekolah dan tidak diliburkan, “katanya.

Dia menambahkan, untuk menyikapi hal itu pihaknya menunggu petunjuk dari Kementerian Agama (Kemenag) Empat Lawang untuk bisa melaksanakan KBM walaupun ditempat lain. “Sementara waktu kami menunggu petunjuk dari Kemenag, dimana lokasio melaksanakan KBM, karena tidak mungkin kalau siswa ini diliburkan selama proses perkara berlangsung. Sebab merasa kasihan siswa menjadi korban,” kata Ahmad menambahkan, ada solusi di SD MI, tapi menunggu kebijakan dari Kemenag izinnya.

Kalau ingin dipaksakan melakukan KBM di MAN bisa saja, akan tetapi harus ada pengawalan dari pihak kepolisian. Jika itu tidak ada maka pihaknya tidak mau, nantinya akan terjadi hal-hal tidak diinginkan. “Bisa saja melaksanakan KBM disini, akan tetapi harus dikawal oleh anggota Polisi ataupun TNI,”tukasnya.

Teks : Saukani

Editor : Imron Supriyadi

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *