Dewan Desak Pemkot Data Aset Lahan

PALEMBANG,KS – Guna mengantisipasi terjadinya perebutan lahan antara Kota Palembang dengan Kabupaten kota tetangga, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palembang mendesak agar, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melakukan pemutahiran aset daerah, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Wakil Ketua DPRD Palembang M Adiansyah mengatakan, aset daerah sudah seharusnya dilakukan pendataan, seperti aset bangunan bersejarah terutama lahan. Sehingga bisa memperjelas kepemilikan, jumlah serta nilainya.

“Masalah tapal batas sering terjadi, misalnya Palembang-Banyuasin, Palembang-Inderalaya. Tentu hal itu bisa dijadikan contoh, agar persoalan itu tidak berlarut-larut dikemudian hari,”ungkapnya, belum lama ini.

Selain bisa memperjelas kepemilikan, jumlah serta harganya, sambung Ketua DPD II Golkar Kota Palembang ini, pendataan aset juga untuk mencegah peralihan hak milik. Jangan sampai kepemilikan aset milik daerah beralih tangan ke pihak lain.

“Aset daerah harus terdata. Jadi siapapun, tidak bisa mengatakan aset daerah miliknya. Apalagi soal lahan, itu sangat krusial. Bisa saja membuat perpecahan antar daerah, kalau tidak mampu menyelesaikannya dengan baik. Tapi, kalau kalau aset seperti lahan beralih tangan sesuai aturan dan ketentuan, itu beda lagi,”ujarnya.

Pihaknya berharap, dengan dilakukannya pendataan terhadap aset daerah tersebut, permasalahan tapal batas antar daerah tidak terjadi lagi.

“Kita harap Pemkot Palembang lebih terinci melakukan pendataan, sehingga nilai maupun fungsinya jelas. Tidak samar-samar,”ulasnya.

Terpisah, Kabag Agraria dan Batas Wilayah, Sekretariat Daerah (Setda) Palembang Fahmi Fadillah mengatakan, pendataan aset lahan milik Pemkot Palembang sudah dilakukan. Baik dimana saja titiknya maupun nilainya.

“Sudah didata. Kalau untuk aset lahan, semuanya ada. Tapi, kalau aset daerah secara menyeluruh ada di bagian Aset Daerah,”katanya singkat, Senin (27/7).

Teks: Trie Marsata

Editir: Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *