Diperkosa, Siswi SMK Ini Tak Mau Lagi Sekolah

EMPAT LAWANG, KS – Beberapa bulan terakhir keceriaan Bunga, bukan nama sebenarnya (17) warga Desa Batu Panceh Kecamatan Tebing Tinggi hilang. Gadis yang masih duduk bangku sekolah meneggah ini, mengaku telah diperkosa teman dekatnya Deni (25) warga Desa Terusan Baru Kecamatan Tebing Tinggi.

Peristiwa pemerkosaan terjadi pada 29 Desember 2014 tersebut, baru terungkap, Senin (20/7) oleh ibu kandung korban. Bunga yang selalu tampak murung dan sering menangis, menaruh kecurigaan kedua orang tuanya. Setelah dibujuk, akhirnya Bunga akhirnya mau menceritakan aib dialaminya. “La beberapo bulan ini kami curiga, anak kami murung dan sering nangis,” ujar Adenan (42) orang tua korban, kemarin.

Diceritakan Adenan, usai Idul Fitri lalu, istrinya membelikan seragam sekolah dan buku tulis, tetapi bunga sepertinya tak bersemangat bahkan tak mau melanjutkan sekolah dan terus menangis. Setelah didesak terus, bunga pun akhirnya mengaku telah diperkosa Deni. Mengetahui aib tersebut kata Adenan, dirinya langsung melapor ke Mapolres Empat Lawang, Selasa (21/7) dengan nomor laporan: STPL/B-186/VII/2015/Sumsel/RES Empat Lawang.

“Kami harap pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum. Kami tak mau berdamai, karena sudah dilecehkan seperti ini,” ucapnya.

Dalam laporannya, korban menceritakan aksi pemerkosaan dilakukan dirumah pelaku dalam kondisi sepi. Awalnya, pelaku mengirimkan pesan singkat (SMS), mengajak korban ketemuan dan jalan-jalan sore, namun korban menolak. Kemudian pelaku merayu korban mengajak ke rumahnya, dengan alasan akan dikenalkan ke kedua orang tuanya agar hubunga mereka disetujui. Namun, saat korban tiba dirumah pelaku ternyata suasana rumah tersebut sepi.

Saat itulah, niat setan pelaku dilancarkan dengan memaksa korban masuk ke kamar. Selain melakukan kekerasan, pelaku juga mengikat tangan dan mulut korban lalu menggagahi layaknya hubungan suami istri. Usai melancarkan aksinya, pelaku menyuruh korban pulang, karena malu aibnya diketahui orang lain, korban pun hanya meratapi nasib dan menutup mulut.

Sementara itu Kapolres Empat Lawang AKBP Rantau Isnur Eka melalui Kasatreskrim AKP Nanang Supriatna ketika dikonfirmasi membenarkan, adanya laporan pemerkosaan tersebut. Sejauh ini, pihaknya masih melakukan pendalaman, apalagi kejadiannya sudah enam bulan lalu, kendala yang dihadapi adalah masalah Visum.

Polres kata Nanang, sudah berkoordinasi dengan Kantor Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPA) Empat Lawang. Namun yang jelas kendalanya adalah hasil visum, pihaknya sangat menyayangkan baru mendapat laporan setelah kejadiannya sudah lama dan baru dilaporkan sekarang. “Kendalanya hasil visum, sebab sudah enam bulan kondisinya pasti berubah. Tetap akan kita dalami kasus ini,” tukasnya.

Teks : Saukani

Editor : Imron Supriyadi

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *