Masyarakat Resah, Gepeng dan Anjal Kian Marak

PAGARALAM, KS – Upaya mewujudkan kenyamanan dan ketertiban masyarakat di Bumi Besemah ini, Pemerintah Kota Pagaralam dalam hal ini Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) akan melaksanakan penertiban anak jalanan (Anjal), gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang biasa mangkal di pusat keramaian dan disejumlah titik sudut kota. Hal itu dikemukakan Kepala Dinsosnaker Kota Pagaralam, Drs M Isa Albasara, MSi, kemarin (9/7).

Menurutnya, memasuki bulan puasa dan menjelang perayaan Idul Fitri 1436 H, para gepeng koan marak disejumlah pusat keramaian hingga membuat  para pengunjung yang ada menjadi tidak nyaman akibat ulah para gepeng dan anak jalanan yang meminta-minta sumbangan.

“Kita akan mengambil langkah penertiban, mengingat sejauh ini keberadaan Gepeng dan Anjal di Bumi Besemah kian marak hingga membuat kenyaman dan kemanan menjadi terganggu,” ujarnya.

Lanjutnya, penertiban para Gepeng dan Anjal yang bebas berkeliaran tersebut akan dilaksanakan pekan pertama Agustus 2015.

“Ya, menjelang peringatan HUT RI ke-70, Bumi Besemah harus sudah bersih dari keberadaan para Gepeng dan Anjal,” tegasnya seraya berkata sejauh ini memang sudah banyak laporan masyarakat yang mulai resah terkait maraknya keberadaan mereka.

Ditanya berasal dari mana para gepeng dan anjal tersbut, Albasyarah mengatakan mereka itu mayoritas  datang dari luar Pagaralam.

“Sepertinya kedatangan mereka itu untuk memanfaatkan momentum di bulan Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri dan menjelang HUT RI ke-70 mendatang untuk minta sumbangan,” terangnya seraya berharap agar pelaksanaan penertiban dapat berjalan dengan baik dan lancar tanpa mengalami kendala yang berarti.

Sementara itu, Desi (56) warga Jalan Gunung Dempo Pagaralam Utara ini pun merasa tidak nyaman ketika bertemu gepeng di pusat- pusat keramaian yang meminta-minta. Termasuk anak jalanan banyak yang mengamen dengan cara bergantian dan tak jarang mereka ada yang memaksa para pengunjung agar memberinya uang.

“Kalau keberadaan mereka segera ditertibkan, tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah banyak lagi gepang dan anjal yang memanfaat momentum Ramadan hingga Idul Fitri nanti,” keluhnya.

Teks : Antoni Stefen

Editor : Imron Supriyadi

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *