Jangan Sedekah Dilampu Merah, Itu Salah!

LUBUKLINGGAU, KS – Memberi sedekah di lampu merah selama ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat Kota Lubuklinggau. Tujuan baik ini ternyata tidak dibenarkan oleh aturan.

Bahkan dengan sedekah di lampu merah, masyarakat telah ikut andil dalam merusak moral dan mental anak-anak yang mengemis. Sebab, dengan terus diberi sedekah, akan tumbuh rasa malas dan sifat meminta secara terus menerus hingga mereka dewasa.

Larangan keras memberi sedekah dilampu merah ini, ditegaskan Kepala Dinas Sosial,Abu Jaat kepada Kabar Sumatera, Kamis (9/7).

Kepala Dinas sosial Lubuklinggau,Abu Jaat, melarang keras masyarakat memberi sedekah/ menyumbang di lampu merah. Karena melanggar Perda nomor 16 tahun 2004 tentang ketentraman dan ketertiban umum.

“Kalu mau membantu atau sedekah silahkan ditempat-tempat nya, ada panti asuhan, fakir miskin, jangan dilampu merah,”kata Abu.

Dengan demikian, dia yakin gembel dan pengemis akan hilang dengan sendirinya, karena sudah tidak ada penghasilan lagi dilampu merah.

Abu memprediksi para pengemis ini ada cukong yang meminta mereka setoran setiap hari.

Ditambahkan,sekretaris Dinas Sosial, Indra Syafei, memang benar bahwa ada orang-orang tertentu (preman) yang memperkerjaakan para pengemis tersebut.

“Staf kita pernah melihat saat razia pengemis-pengemis ini berlari ke seseorang berusia sekitar 40 tahun yang sudah menunggu dan langsung memberikan uang hasil ngemis mereka,kemudian mereka pergi,”tegas Indra Syafei.

Ia mengajak Pol PP dan instansi terkait untuk menindaklanjuti hal ini,dengan melakukan penyeledikan dan menangkap orang tersebut. Karena telah melanggar hukum dengan memperkerjakan anak dibawah umur dengan mengemis.

Ia menghimbau kepada masyarakat sumbangan dalam bentuk apapun silahkan ditempat yang sudah ditentukan pemerintah. Dalam islam salah menempatkan sedekah maka kita akan salah. Salah satunya memberi sedekah dengan mereka di lampu merah.

” Dengan kita memberi mereka sedekah di lampu merah, artinya kita ikut andil merusak moral dan mental anak-anak tersebut, karena sampai dewasa bahkan tua nanti mereka akan malas bekerja bisanya hanya meminta,” bebernya.

Ia meminta masyarakat memahani hal tersebut,demi kebaikan dan keberlangsungan ketentraman bersama.

Teks : Sri Prades

Editor : Imron Supriyadi

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *