Dua Kubu Penguasa PTM Squer Bentrok, Sejumlah Orang Luka Luka

Lahat, KS – Pasca terjadinya perebutan kekuasaan pengelolaan menejemen Pasar Tradisional Modern (PTM) Squer Pasar Lama Lahat, yang sempat mencekam beberapa waktu lalu kembali membara. Bahkan  kedua kelompok penguasa PT Bima Putra Abadi Citra Nusa yang dipimpin oleh Hery Yasam dan CV Citra Bersama yang dibawa komando Ahmad Sarnubi  ini sempat bentrok dan baku hantam, Kamis (9/7) kemarin.

Pantauan dilapangan, awalnya sejak pagi hingga pukul 8 pagi suasana pasar tersebut masih terlihat kondusif. Namun berkelang sekitar 30 menit. Datang kawanan dari kelompok Hery Yasam menemui kelompok Ahmad Sarnubi yang tengah berjaga diportal pintu masuk PTM, yang kemudian memaksa kelompok Ahmad Sarnubi untuk segera meninggalkan lahan tagih parkir tersebut.

Secepat kilat, tiba tiba muncul sejumlah senjata jenis kayu dan martil ditangan kedua kubu yang tengah bentrok. Baku hantam pun terjadi sudah dan menciderai beberapa orang dari kedua kelompok. Kondisi ini sontak membuat jalan simpang PTM macet total dan susana pasar juga menjadi ricuh. Para pedagangpun lebih memilih mengamankan barang dagangan dan menutup kiosnya.

Kondisi memanas ini berhasil diredam setelah petugas kepolisian Sekta Lahat datang melerai dengan beberapa tembakan ke udara. Dari tangan kedua kelompok, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa puluhan potong kayu dan martil serta 2 satjam sejis pisau.

Kedua kelompok, pun satu persatu dipaksa petugas membubarkan diri menuju kantor mereka yang bersebelahan tersebut. Sehingga pintu masuk PTM disterilkan untuk semetara.

Kondisi terakhir dilapangan, hingga berita ini diterbitkan. Massa kedua kelompok masih tampak berjaga jaga diluar gerbang dan kantor kedua perusahaan tersebut. Sejumlah petugas juga masih tetap siaga berjaga.

seperti yang diberitakan beberapa waktu sebelumnya. Kuasa pengelolaan PTM Squer mulanya ditangani oleh Bahar dan  Wirawan Jatmiko secara bersama sama. Namun setelah timbul sebuah persoalan, maka Wirawan Sujatmiko memberikan kuasa kepada Ahmad Sarnubi untuk mengelola PTM melalui menejemen yang baru.

Belum lama berjalan, Baharpun melimpahkan kuasanya kepada Hery Yasam. Bermodalkan surat notaris kuasa tersebutlah kedua kubu sama sama mempertahankan haknya sebagai penguasa pengelola PtM tersebut.

”Seingat saya pak Sujatmiko dan pertama kali membeli lahan pasar ini seharga 75 juta. Makanya saya berani menerima kuasa untuk mengelolanya”, tegas Ahmad Sarnubi, kemarin.

Sementara itu, Tubagus M Sukli selaku wakil dari Ahmad Sarnubi menambahkan bahwa, pihaknya melakukan aktivitas di PTM tersebut sesuai dengan amanat kuasa yang diberikan oleh Sujatmiko selaku pemberi kuasa.

”Yang jelas penghentian aktivitas kerja kami selama ini terhenti, itu sangat mengganggu perekonomian keluarga kami. Kalo pencahrian kami dihentikan, mau makan apa anak istri kami”, jelas dia.

Kapolres Lahat AKBP Wira Satya Triputra, SIK, melalui Kapolsekta AKP Syaipullah menegaskan, bahwa pihaknya akan tetap berjaga jaga dilokasi PTM hingga kondisi dilapangan benar benar kondusif.

”Maunya kita untuk sementara PTM distrerilkan dulu, dan diambil alih oleh Pemda. Agar kedua pihak tidak ada yang merasa dirugikan”, tandas Saipullah.

Teks : Jumra Zefri

Editor : Imron Supriyadi

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *