Sungai Musi Kering, Warga Berburu Batu Akik

EMPAT LAWANG, KS – Mengeringnya aliran sungai musi di sekitaran Pulo Emass di awal kemarau 2015 ini, ternyata memberi manfaat bagi pecinta batu akik di Kabupaten Empat Lawang.

Sejak beberapa hari terakhir, pulau berada di belakang pasar eks Musi Jaya II Tebing Tinggi itu ramai dikunjungi, pencari batu akik dari kalangan remaja dan anak sekolah.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera, Senin (6/7) puluhan warga mencari batu akik di tengah Sungai Musi itu mulai dari pagi dan berhenti ketika matahari mulai terik. Jika sore, terkadang mereka kembali lagi untuk mencari batu akik.

“Cari batu akik untuk dijual dan di pakai sendiri kalau ada yang bagus,” ungkap Ferdi (20), salah satu anak baru gede (ABG) yang sedang asyik mencari batu akik.

Ia menjelaskan, batu di tengah Sungai Musi ini hanya sedikit yang bagus untuk dijadikan batu akik. Pasalnya batu-batu tersebut banyak digunakan untuk bahan bangunan. “Susah cari batu yang bagus untuk dijadikan batu akik,” jelasnya.

Selain untuk dijual dan digunakan sendiri, Ferdi bersama teman-temannya mencari batu akik untuk menghilangkan kejenuhan di rumah dan sekaligus ngabuburit. Sebab sekarang ini masih dalam suasana libur sekolah.

“Kadang dapat yang bagus, tapi susah nyarinya karena banyak sekali batu di tengah Sungai Musi ini. Nanti kalu sudah terkumpul kami jual ke tempat penjualan batu akik. Uangnya untuk jajan sudah buka nanti,”imbuhnya.

Untuk diketahui, aliran Sungai Musi sengaja dikeringkan dengan membuat bendungan sementara di hulu Pulo Emass. Sebab di tengah-tengah aliran Sungai Musi belakang eks Gedung Pasar Tebing Tinggi ada aktivitas pengecoran tiang jembatan untuk pengembangan Pulo Emass.

Setelah dilakukan pengecoran tiang jembatan nanti, bendungan sementara itu akan dibongkar kembali. Ketika di buat bendungan ini, aliran Sungai Musi dialihkan ke sisi sebalah kanan Pulo Emass.

Teks : Saukani

Editor : Imron Supriyadi

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *