Kepala Bocah SD Ini Remuk Terlindas Mobil, Ibu dan Anak Korban Tabrak Lari

EMPAT LAWANG, KS  – Tragis kematian Seti (9) warga Desa Baturaja Lama Kecamatan Tebing Tinggi, bocah diketahui duduk dikelas 3 SD ini tewas dilindas mobil dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di Simpang Pensiunan Kelurahan Pasar Tebing Tinggi, Minggu (5/7) sekitar pukul 16.00 WIB.

Dalam lakalantas tersebut, Seti yang dibonceng ibunya Wani (32) terpental ditengah jalan dan dilindas mobil belum diketahui identitasnya (Tabrak lari, red).

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, sebelum kejadian korban bersama ibunya dari arah Pasar Tebing Tinggi menggunakan sepeda motor Honda Beat warna putih bernopol BG 2051 ET hendak pulang ke Desa Baturaja Lama. 
Ketika tiba, simpang Jl Pensiunan, kawasan Tebing Jahya, Kelurahan Pasar, Kecamatan Tebing Tinggi korban hendak berbelok ke kanan masuk ke Jl Pensiunan.

Namun nahas, dari arah belakang datang sebuah mobil yang belum diketahui identitasnya menyenggol sepeda motor korban. Ibu dan anak tersebut jatuh dari sepeda motornya. Nahasnya korban Seti terpental ke tengah jalan lalu terlindas ban mobil hingga mengalami luka berat, kaki kiri remuk dan kepala pecah hingga tewas di TKP.

Sementara mobil yang melindas korban kabur ke arah Musi Rawas (Mura). Warga di sekitar lokasi kejadian pun langsung mendatangi TKP dan korban sempat dilarikan ke RSUD Tebing Tinggi.
 
“Korban saat itu berada paling depan dan dibelakangnya ada dua ojek gandeng dan motor saya paling belakang. Dua ojek gandeng sudah masuk Jl Pensiunan, setelah itu korban kecelakaan kesenggol mobil dari belakang,” ujar Yan salah satu warga Jl Pensiunan yang berada di lokasi.

Dijelaskan Yan, ia tidak tahu persis mobil apa yang menyenggol korban sebab ada dua mobil di belakang yakni mobil jenis Carry Pickup dan Truk Colt Diesel. “Tidak terlihat jelas mobil apa yang nyenggol, pandangan saya juga terhalang mobil truk,” jelasnya.

Setelah itu ia turun dari atas sepeda motornya dan langsung menolong kedua korban. Dilihatnya korban Wani tidak mengalami luka parah, sedangkan korban Seti langsung ditutupi pakai kain sembari menunggu aparat Sat Lantas Polres Empat Lawang.

“Ibunya (Wani,red) tidak apa-apa. Dia langsung menangis melihat putrinya namun saya coba tenangkan dan ternyata kedua korban masih kerabat saya sendiri,” kata Yan seraya berharap sopir mobil tak bertanggungjawab itu cepat diketahui dan ditangkap.

Terpisah Kapolres Empat Lawang AKBP Rantau Isnur Eka melalui Kasat Lantas Iptu Indra Jaya membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku. “Korban tabrak lari, saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku,”tukasnya. 

Teks :Saukani

Editor: Imron Supriyadi

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *