Aktifitas Pemkab Empat Lawang Normal Tapi Sepi

EMPAT LAWANG, KS – Pasca penetapan bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri (HBA) sebagai tersangka, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (2/7), aktifitas pemerintahan di Pemkab Empat Lawang masih berjalan.

Namun, suasana sekretariat pemkab dan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terlihat sepi. Jumat (3/7) pagi masih seperti biasa. HBA belum terlihat di kantor, hanya ada Wakil Bupati (Wabup) H Syahril Hanafiah dan Sekertaris Daerah (Sekda) H Burhansyah dan pejabat lainnya. Informasinya HBA masih berada di Jakarta. Selain itu ada beberapa pejabat yang berangkat ke Jakarta.

Kendaraan sepeda motor masih terlihat banyak diparkir depan kantor bupati sedangkan mobil hanya sedikit yang terlihat, seperti mobil wabup, sekda, salah satu staf ahli.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, sejumlah pejabat dan PNS banyak menjalai tugas dinas luar (DL). Ditambah lagi suasana bulan suci ramadhan, jadi kemungkinan banyak PNS tak ngantor.

“Banyak DL, beberapa pejabat mungkin ke Jakarta mendampingi pak bupati,” ujar salah satu PNS, menolak disebutkan namanya, kemarin.

Sumber tadi berharap, meskipun bupati tengah menjalani proses hukumnya. Tidak boleh mengganggu aktifitas sebagai abdi negara. “Kita prihatin dengan kondisi dialami pak bupati, tapi tetap jalankan tugas,” imbuhnya.

Wabup Empat Lawang H Syahril Hanafiah mengaku terkejut ketika mendapat informasi tersebut. “Yang jelas beliau (HBA,red) akan mengikuti proses hukum. Kami harap beliau selamat. Termasuk saya, jika dipanggil KPK nanti akan bersifat kooperatif,” ujar Syahril.

Lanjut Syahril, ia sudah bertemu dengan HBA usai ditetapkan sebagai tersangka di Jakarta. Intinya HBA akan terus mengikuti proses hukum dan bersifat kooperatif sedangkan roda pemerintahan di Kabupaten Empat Lawang juga terus berjalan.

“Bukan hanya kejadian ini. Walaupun pak bupati tidak masuk kerja, saya selalu menjalankan mandat dari beliau. Namun hanya sebatas wewenang yang ada,” jelasnya.

Lebih jauh Syahril mengatakan, semuanya harus berpegang teguh pada asas praduga tak bersalah sampai ada keputusan tetap. “Walaupun seperti itu, beliau tetap mempertahankan hak,” bebernya.
Mengenai agenda kegiatan yang sudah terjadwal, Syahril mengaku memang banyak agenda pada Ramadhan ini seperti safari Ramadhan, mengundang ustad-ustad dan kegiatan sholat tarawih dan tahajud berjamaah bersama Imam Mekkah.
Namun ia belum bisa memastikan apakah semua agenda tersebut batal atau tidak. “Akan dikoordinasikan lagi dan kita lihat dalam minggu-minggu ini. Kalau safari Ramadhan sudah jalan tidak terganggu,”tukasnya.

Teks : Saukani

Editor : Imron Supriyadi

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *