Tragis, Bocah SD Tewas Kesetrum Pagar Tetangga

EMPAT LAWANG | Sungguh nahas dialami Supandika alias Andil bin Ahmad Sarkowi (11) warga Talang Banyu, RT 2/7, belakang Komplek Perkantoran Pemkab Empat Lawang, Kelurahan Tanjung Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi. Bocah masih duduk di sekolah dasar (SD) ini tewas kesetrum, Selasa (2/6) sekitar pukul 09.00 WIB.

Korban kesetrum karena menyentuh kawat yang dialiri listrik yang diletakkan di pagar-pagar kayu dan pintu belakang rumah tetangganya, Anwar alias Aan warga Desa Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi di Talang Banyu, belakang Komplek Perkantoran Pemkab Empat Lawang tak jauh dari rumah korban.

Korban sempat dilarikan ke RSUD Tebing Tinggi namun nyawa korban tak tertolong lagi, ia diduga sudah tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Bagian siku tangan kirinya mengalami luka bakar akibat tersengat listrik.

Kapolsek Tebing Tinggi Kompol Alpiansyah Putra melalui Kanit Reskrim Ipda Basid Usman mengatakan rumah tersebut milik Aan namun dikontrak oleh pengusaha es krim, Herli (38) warga Kecamatan Pendopo.

Rumah itu dijadikan tempat menyimpan es krim jualannya dan jarang ditunggu. “Kemungkinan karena jarang ditunggu itu dipasang kawat-kawat yang dialiri listrik tersebut. Saat kejadian sakelarnya dalam posisi hidup,” ujar Basid.

Lanjut Basid, korban Andil bersama temannya Angga main di sekitar TKP, tiba-tiba Andil kebelakang mengejar seekor kucing, lalu menyentuh kawat tersebut. Sempat di tolong kakak sepupunya Sefra Meta (20), namun dia terpental dan juga kesetrum.

“Korban Sefra juga sempat kesetrum karena hendak menolong adiknya,” kata Basid.

Sejauh ini imbuh Basid, pihaknya juga belum mengetahui berapa lama aliran listrik tersebut dipasang serta siapa yang masang, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan menunggu pengontrak rumah Herli yang saat itu sedang berjualan di Kecamatan Pendopo.

“Nanti Herli akan kami jemput, dia sudah ada inisiatif untuk ke Tebing Tinggi. Aliran listrik di belakang rumahnya itu ada sakelar on-off. Tadi dalam posisi hidup, ketika dites dimatikan, alirannya mati. Hanya dibelakang saja yang dialiri listrik.

Berapa lama dan siapa yang masang belum tahu karena masih menunggu pemilik rumah Herli,” jelasnya.

Kejadian ini, kata Basid, diduga akibat kelalaian pemilik rumah yang lupa mematikan aliran listrik tersebut. Karena kelalaian itu, menyebabkan korban jiwa dan tetap ada proses hukumannya. “Diduga kelalaian. Selain Herli, yang menetap di rumah itu akan kami panggil untuk dimintai keterangannya. Beberapa saksi tadi sudah dimintai keterangan,” pungkasnya.

Barang bukti (BB) yang diamankan oleh Polsek Tebing Tinggi yakni kabel berikut sakelarnya, kawat-kawat untuk mengalirkan listrik, uang tunai Rp 1 ribu dan minuman botol milik korban yang ada di tempat kejadian perkara (TKP). Rumah tersebut juga sudah diamankan dengan diberi police line mulai dari depan hingga belakang rumah.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, Herli mengontrak rumah itu sudah sekitar enam bulan dan jarang ditempati karena dijadikan tempat penyimpanan es krim. Biasanya anak buahnya datang kerumah hanya untuk mengambil es krim, kunci rumah sering dititip di rumah tetangga. Selain itu sudah beberapa kali rumahnya dibobol maling.

 

Teks    : SAUKANI

Editor  : Muhammad G




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *