Kotak Audit Pilkades Dipertanyakan

EMPAT LAWANG, KS – Fungsi kotak audit pada pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) sistem e voting menuai pertanyaan. Sebab, hasil perolehan suara pilkades serentak Kabupaten Empat Lawang, seluruh panitia tidak membuka kotak audit melainkan hanya mengumumkan hasil print out perolehan suara di mesih e voting.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, sejumlah calon kades dan para pendukungnya meragukan hasil perolehan suara hasil print out mesin e voting. Mengingat, pilkades sistem e voting baru pertama kali dilakukan di Empat Lawang. Para calon kades kalah tadi, menginginkan dilakukan perhitungan ulang secara manual struk didalam kotak audit.

“Bukannya kami menolak, tapi wajar kan kalau ada keraguan. Seyogyanya panitia juga membuka kotak audit, agar tidak ada kecurigaan terjadi permainan suara dalam pilkades,” cetus salah satu calon kades, menolak namanya disebutkan, kemarin (31/5).

Ia pun mempertanyakan fungsi kotak audit, terkesan hanya sebagai pajangan saja. Apalagi setelah proses pilkades selesai, kotak audit dibawa petugas dan panitia ke kantor kecamatan. “Kotak auditnya juga tidak seragam, ada yang hanya dari kardus. Kan kita khawatir, karena belum dipastikan apakah hasil perhitungan atau print out komputer e voting sudah benar,” kata sumber tadi menambahkan, “Kami jemo duson ni bango, nedo pulo nak di bango-bangoi,” imbuhnya.

Kegalauan para calon kades tidak menerima hasil pilkades, terbukti dengan adanya tuntutan dari setidaknya 16 calon kades di Kecamatan Muara Pinang. Belasan desa pun, mendesak dilaksanakan pemilihan ulang.

Ke 11 desa dimaksud diantaranya Desa Sawah, Seleman Ilir, Muara Timbuk, Batu Galang, Talang Benteng, Sapa Panjang, Padang Burnai, Pajar Menang, Tanjung Tawang, Niur dan Muara Pinang Lama.‬

Disampaikan perwakilan dari 16 Calon Kades, Ansor, ada tiga tuntutan dari seluruh calon Kades kepada Panitia Pilkades tingkat Kabupaten Empat Lawang. “Yang pertama kami ingin keterbukaan dari Panitia, khususnya untuk Jumlah suara sah dan tidak sah, jangan terkesan tertutup,” katanya.


Ia menuntut, panitia Pilkades harus membuka kotak Audit untuk membuktikan kebenaran yang ada dalam pelaksanaan Pilkades lalu. “Kami minta panitia juga membuka kotak audit, kita harus terbuka,”imbuhnya.

‪Ansor menambahkan, panitia Pilkades juga harus menunda pelantikan Desa-desa yang disanggah oleh pihaknya. Sebab, sejumlah desa tersebut masih dalam proses sanggahan, dan harus ada penyelesaian dahulu sebelum penetapan pemenang. “Kami mohon Bupati agar menunda pelantikan desa-desa yang bermasalah ini,”tegasnya.

Sebelumnya Ketua Panitia Pilkades Kabupaten Empat Lawang H Burhansyah melalui Kepala Bidang Pemerintah Desa dan Kelurahan BPMPD Empat Lawang, Guntur Martandy menyampaikan, pihaknya siap menerima semua sanggahan terkait pilkades. Namun, harus sesuai prosedur dan mengikuti aturan.

“Kita terima semuanya sanggahan dari desa, tetapi prosesnya nanti setelah semua pelaksanaan Pilkades selesai,” jelas Guntur.

Sanggahan ? kata Guntur, jangan terkesan mengada-ada dan harus bisa memberikan bukti masuk akal. Terkait pembukaan kotak audit, dipastikan hasilnya tidak akan berubah dengan printout hasil pilkades. Selain itu, proses pilkades sudah dilaksanakan secara jujur, terbuka dan profesional. “Kalau ada sanggahan kita maklumi, tapi harus masuk akal dan bisa dipertanggungjawabkan dengan bukti jelas,” tukasnya.

Teks : Saukani

Editor : Imron Supriyadi

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *