Jalan Provinsi Kian Memperihatinkan

EMPAT LAWANG, KS – Puluhan titik kerusakan di jalan lintas provinsi di Kabupaten Empat Lawang semakin parah. Kendati demikian, belum ada upaya dari pihak terkait yakni Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Sumatera Selatan untuk perbaikan.

Pantauan Kabar Sumatera, Sabtu (30/5), jalan provinsi di Kecamatan Sikap Dalam hingga Pendopo Barat cukup memprihatinkan. Belasan titik kerusakan sudah membahayakan pengendara melintas, apalagi sebagian besar berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) musi.

Seperti kerusakan jalan terlihat mulai dari simpang Tanjung Raya Kecamatan Pendopo Barat, Kecamatan Sikap Dalam hingga ke Kecamatan Ulu Musi tampak belasan lobang dengan kedalaman mencapai 20 cm hingga 30 cm dan lebar dua hingga tiga meter, kondisi jalan yang bergelombang juga mewarnai jalan provinsi tersebut.

Bahkan di salahsatu titik di antara Desa Rantau Dodor dan Desa Lingge dalam wilayah Kecamatan Pendopo Barat, kerusakan jalan terlihat hingga mencapai sepanjang kurang lebih 40 meter dan dalamnya mencapai 40 centimeter. Berada di tepi DAS musi, diduga kerusakan karena tanah penahan tergerus abrasi. Kondisi ini membuat kendaraan yang melalui jalan tersebut harus antri sebab sudah tidak memungkinkan lagi untuk dilalui bersamaan oleh kendaraan berlainan arah maupun searah.

Menurut sejumlah pengendara yang berhasil dimintai keterangannya menyebutkan jika kerusakan jalan itu sudah terjadi dalam setahun terakhir ini. Kondisi ini sudah lama dikeluhkan, sebab selain kerusakan jalan yang semakin parah, jalur lintas provinsi ini juga terkenal rawan begal dan tindak kejahatan jalan raya lainnya, Hingga saat ini menurutnya belum ada tanda-tanda adanya perbaikan.

“Saya biasa lalui jalan ini, setahu saya kerusakan jalan ini sudah lama terjadi dan belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. Kalau tidak hati-hati, banyak kendaraan terperosok kedalam lubang ada di tengah jalan ini,” ungkap Andi (30) salahseorang pengemudi.

Dikatakannya, akses jalan provinsi ini menurutnya sangatlah penting, sebab jalan ini menghubungkan antara Kota Pagaralam, Pendopo dan Provinsi Bengkulu. “Ini akses penting, tapi ya kalau rusak bisa bahaya. Selain lakalantas, kita juga khawatir banyak tindak kriminal,”cetusnya.

Senada itu Yanto (42) warga Kecamatan Pendopo Barat mengaku, sudah banyak kendaraan terperosok ke lubang. Apalagi lubang besar di perbatasan desa Rantau Dodor, kondisinya sudah parah dan cukup membahayakan pengendara. “Kalau musim panas kabut debu, kalau hujan jadi genangan air. Kalau bisa secepatnya ada perbaikan, mumpung gubernur sekarang jemo Pendopo,” tukasnya.

Teks : Saukani

Editor : Imron Supriyadi

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *