Simpang Tebat Baru Jadi ‘Terminal Bayangan’

PAGARALAM, KS–Angkutan desa (Angdes) jurusan Lintang Empang Lawang-Perandonan diwajibkan masuk Terminal Pengandonan terlebih dahulu, tapi tetap saja para sopir angdes dimaksud membandel hingga menerobos masuk kawasan kota. Seperti di  Simpang Tebat Baru Ilir, Kecamatan Pagaralam Selatan, sejumlah sopir angdes dimaksud kerap ngetem hingga membuat terminal bayangan (terminal ilegal) dengan tidak beraturan.

Rusdi (44), warga setempat mengatakan,  setiap menjelang siang hari kerap dijumpai para sopir andes jurusan Lintang-Perandonan biasa ngetem di Simpang Tebat Baru Ilir Kecamatan Pagaralam Selatan, untuk mencari penumpang  hingga membuat kawasan yang ada menjadi macet. Karena cara mereka (sopir) memarkir angdes dengan seenaknya, tanpa memperdulikan kenyamanan para pengendara yang melintas dijalur tersebut.

“Tampaknya para petugas Dishub yang ada tidak begitu serius menertibkan para sopir angdes yang kerap membandel hingga masuk kawasan kota,” ujarnya, kemarin (27/5) seraya berkata bila kawasan dimaksud kerap dijadikan terminal bayangan, tentunya sangat berpotensi terjadinya kemacetan.

Ditambahkan Amin, warga lainnya pun berujar serupa. Ia mengatakan, bila penertiban para sopir angdes kerap membuat terminal bayangan tidak ditindak, tidak menutup kemungkinan akan akan bertambah terminal bayangan lainnya disejumlah sudut kota.

“Tampaknya para petugas tidak begitu serius menindak sejumlah sopir angdes yang kerap membandel dengan menerobos masuk kawasan kota hingga membuat kawasan Simpang Tebat Baru Ilir terkesan semrawut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Pagaralam, Paber Napitupulu melalui Kasi Operaisonal, Septa mengatakan,  angdes jurusan Lintang- Perandonan diwajibkan berhenti dan ngetem di Terminal Perandonan terlebih dahulu.

“Bagi sopir angdes jurusan Lintang-Perandonan yang menerobos masuk kota,  berikut membuat terminal bayangan akan dilakukan penindakan, karena angdes dimaksud wajib berhenti dan mengambil penumpang hanya di Terminal Perandonan” tegasnya.

TEKS : ANTONI STEFEN
EDITOR : IMRON SUPRIYADI

FOTO : GOOGLE IMAGE

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *