Laporan Warga Rantau Dodor Tidak Cukup Bukti, Pilkades Tetap Digelar

EMPAT LAWANG, KS – Proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Rantau Dodor, Kecamatan Pendopo Barat, dipastikan terlaksana sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Meskipun sempat digugat dan adanya laporan warga, terkait dugaan kepemilikan kependudukan ganda dan domisili belum sampai satu tahun terhadap salah satu Calon Kades, namun pengaduan dimaksud belum cukup bukti. Dengan demikian, Pilkades Rantau Dodor akan dilaksanakan sesuai rencana, dengan diikuti oleh dua kandidat Calon Kades.

Hal ini disampaikan Sekretaris Panitia Pilkades Kabupaten Empat Lawang, M Azhari, disela-sela peninjauan pelaksanaan Pilkades di Zona Satu. “Setelah dicek oleh tim ke lapangan, laporan warga Rantau Dodor belum terbukti. Pengaduannya dianggap rekayasa, karena bukti yang diajukan tidak benar,” ungkap M Azhari.

Lanjut Azhari, proses verifikasi berkas Balon Kades, dilakukan secara teliti oleh tim yang terdiri dari beberapa instansi terkait. Seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan beberapa isntansi terkait lainnya. “Kerja tim dalam memverifikasi berkas balon kades, dilakukan sesuai prosedur dan tanpa adanya intervensi dari pihak manapun. Balon kades yang lolos seleksi, berarti mereka memenuhi persyaratan.

Sebaliknya, yang belum lolos, dipastikan tidak memenuhi syarat yang sudah ditentukan,” jelasnya.
Seperti diketahui sebelumnya, balon Kades Rantau Dodor yang mendaftarkan diri sebanyak 3 orang.

Masing-masing, Ira, Birawansya dan Randika. Setelah dilakukan verifikasi berkas oleh tim Kabupaten Empat Lawang, Ira dan Randikan dinyatakan lolos. Sedangkan Birawansya dinyatakan gagal dan tidak bisa mencalonkan diri sebagai Calon Kades Rantau Dodor, karena dianggap belum genap satu tahun berdomisili di desa tersebut.

Beberapa hari pasca penetapan hasil verifikasi berkas balon kades, puluhan warga dari Rantau Dodor mendatangi posko Pilkades Empat Lawang, yang berada di Sekretariat Pemkab Empat Lawang. Mereka mengajukan gugatan kepada panitia Pilkades Empat Lawang, karena menganggap Randika pun belum genap satu tahun berdomisili di Rantau Dodor. Selain itu, puluhan warga juga mengklaim, bahwa Balon Kades atasnama Randika, mempunyai kependudukan ganda.

Kedatangan puluhan warga bertujuan, agar Pilksdes di Rantau Dodor dibatalkan atau ditunda. Sebab, mereka menduga adanya “main mata” antara balon kades yang kurang persyaratan dengan panitia atau tim verifikasi berkas, sehingga berkasnya bisa lolos.

“Kami minta keadilan, agar proses demokrasi tingkat desa ini berjalan dengan jujur, adil dan aman,”cetus salah satu warga.

TEKS : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

FOTO : GOOGLE IMAGE

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *