Pengalihan Jalur Truk Tonase Besar Dibatalkan

EMPAT LAWANG, KS – Pengalihan jalur kendaraan bertonase besar diatas 10 Ton ke jalur Lingkar Kota Talang Gunung-Sekip Kecamatan Tebing Tinggi dibatalkan. Akibatnya, kemacetan lalu lintas di Jalinsumteng Pasar Tebing Tinggi tak bisa dihindari. Apalagi saat ini, tengah dilakukan pekerjaan pelebaran Jalinsumteng kawasan padat tersebut.

Dibatalkannya pengalihan jalur, karena jalan lingkar kota hanya mampu dilintasi kendaraan dengan tonase dibawah 10 ton.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Empat Lawang H Choiri Badri melalui Kabid Perhubungan Hasnanudin mengatakan, beberapa bulan terakhir jalur truk sempat dialihkan ke jalan lingkar kota.

“Dialihkan ke jalan lingkar tembus ke simpang Talang Gunung. Tidak melewati Pasar Tebing Tinggi lagi,” jelas Hansanudin.

Namun tak lama kemudian ada pemberitahuan dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Empat Lawang, bahwa truk bermuatan di atas 10 ton tidak diperbolehkan melewati jalan lingkar. “Jadi mobil yang boleh lewat yang di bawah 10 ton atau truk-truk kecil. Sekarang ini truk besar boleh lewat pasar. Tapi jika nanti ada pemberitahuan selanjutnya, jalur akan kami pindahkan lagi,” jelasnya.

Terpisah Kepala Dinas PUBM Empat Lawang H Fauzi melalui Sekertaris Yusran ketika dikonfirmasi mengatakan, jalan lingkar tersebut masih berstatus jalan kabupaten. Sehingga belum bisa dilewati oleh truk-truk bertonase besar di atas 10 ton.

“Maksimal 10 ton, kalau lebih dari itu harus ada izin. Proses tukar guling jalan juga belum diajukan, karena masih banyak standar yang harus dipenuhi. Kemarin di alihakan itu untuk uji coba jalan dan sekarang jalurnya dikembalikan seperti semula,” bebernya.

Mengenai truk-truk melintasi kawasan Pasar Tebing Tinggi, kata Yusran, tidak terlalu berpengaruh besar terhadap pengerjaan pelebaran jalan. Sebab pelebaran jalan kawasan Pasar Tebing Tinggi dilakukan bertahap, tidak sekaligus dua sisi jalan.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera, akibat sering dilewati truk bertonase besar, sebagian jalan lingkar Kota Tebing Tinggi banyak yang sudah rusak, berlubang, tidak rata. Bahkan jalan menuju Jembatan Musi II (jembatan kuning) tanahnya mulai menurun, tidak rata dengan aspal jembatan.

Teks : Saukani

Editor : Imron Supriyadi

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *