Negoisiasi “Ganti Untung” Lahan Pulo Emass Sedikit Alot

EMPAT LAWANG, KS – Pembebasan dengan upaya pembayaran ganti untung lahan dan tanam tumbuh di kawasan Pulo Emass Kecamatan Tebing Tinggi sedikit alot. Hanya menyisakan beberapa pemilik lahan saja, yang hingga kini belum sepakat dengan nilai jual yang diajukan pemerintah. Dari total 31 warga sebagai pemilik lahan di kawasan Pulo Emass, 26 warga diantaranya sudah menyepakati nilai harga. Selebihnya, belum sepakat karena nilai ganti yang diajukan pemerintah masih dianggap terlalu rendah.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Empat Lawang, Ketut Mangku menyatakan, yang menentukan harga tanah dan tanam tumbuh merupakan pihak ketiga atau pihak independent. “Kami hanya sebagai tim yang melakukan negosiasi pada pemilik lahan, sesuai dengan nilai harga yang sudah ditentukan oleh pihak ketiga. Saya yakin, nilai harga ditetapkan sudah tinggi, untuk lahan yang ada di kawasan Pulo Emass,” ungkapnya, kemarin.

Ia menjelaskan, adanya pemilik lahan yang belum menyepakati nilai harga, merupakan hak dari pemilik lahan itu sendiri. Akan tetapi, mereka juga mempunyai prosedur yang sudah diatur dan tidak bisa menyimpang dari koridor yang sudah ditentukan tersebut.

“Misalkan saja nilai tanahnya Rp 1000 per meter, maka tidak mungkin kami ganti dengan harga Rp 2000 per meter,” jelasnya.

Masih menurut Ketut Mangku, lahan yang ada di kawasan Pulo Emass merupakan lahan Negara, karena belum ada satupun pemilik lahan yang memiliki sertifikat kepemilikan lahan. Dengan kata lain, nilai ganti rugi yang diajukan sudah termasuk harga yang cukup tinggi. “Yakinlah, harga yang ditetapkan tidak merugikan masyarakat sebagai pemilik lahan, karena nilainya cukup tinggi,” pungkasnya.

‪Untuk diketahui, luas lahan yang akan dibebaskan oleh Pemkab Empat Lawang di kawasan Pulo Emass Tebing Tinggi, mencapai 23 Hektar lebih. Sementara dalam lahan tersebut, terdapat beberapa jenis tanam tumbuh yang mempunyai nilai jual cukup tinggi. Seperti pohon Jati, Bambang, Durian, Sawit dan berbagai jenis tanam tumbuh lainnya.

Sementara itu Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri (HBA) memastikan, pembebasan lahan di Pulo Emass tidak ada masalah, meskipun ada kendala dari salah satu pihak, pembangunan di pulau berlokasi di tengah-tengah Sungai Musi itu tetap dilanjutkan.

Hal itu diungkapkan HBA disela-sela peninjauan pembangunan jembatan Pulo Emass kemarin.”Masih ada satu atau dua masih mempermasalahkan lahan, tapi tinggal menunggu kesepakatan saja. Namun intinya lahan tidak ada masalah,” jelas HBA.

Saat ini pembangunan pondasi jembatan menuju Pulo Emass sedang dikerjakan. Setelah itu dilanjutkan pembangunan talud di pinggiran Sungai Musi. HBA juga berharap kedepan, jika masa kepemimpinannya habis, pembangunan Pulo Emass ini terus dilanjutkan oleh bupati selanjutnya.”Bupati selanjutnya nanti harus meneruskan pembangunan ini,” tukasnya.

Teks : Saukani

Editor : Imron Supriyadi

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *