Dampingi Study Banding Pemuda, Walikota Promosi Akik Teratai

BATAM- Pemuda kota Lubuklinggau yang tergabung di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) melaksanakan study banding atau kunjungan ke Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau (17-19/5).

Tadi siang (18/5) rombongan yang dipimpin Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe disambut dialog interaktif dengan Walikota Batam,Ahmad Dahlan.

Dalam kesempatan ini Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe selain memaparkan tujuan dan program kota Lubuklinggau,juga sangat konsen mempromosikan batu akik jenis teratai yang menjadi andalan bumi Silampari.

Pemkot Lubuklinggau memang sudah beberapa kali datang Kota Batam,khususnya untuk menambah wawasan.

Walikota juga memaparkan tentang Kota Lubuklinggau, yang berada diujung Sumatera Selatan, yang menjadi kota kedua terbesar di Sumatera Selatan setelah Palembang.
Dia mengajak para pemuda Lubuklinggau untuk bisa memahami visi dan program pemerintahan. Dan kepemudaan bisa terus bangkit.

Dia juga mengundang pemerintah batam dan knpi batam mengunjungi Kota Lubuklinggau, dimana di Lubuklinggau sendiri menawarkan objek wisata yang sangat menarik,seperti kawasan masjid agung as-salam sebagai wisata religi yang dilengkapi air mancur menari dengan lafaz islami saat adzan, lift kapsul, dan lainnya.

Disamping itu,juga disampaikan adanya bukit sulap ditengah kota yang dilengkapi dengan inclinator dan sky lift. Dimana bukit sulap juga menjadi sirkuit mountain bike terbaik di Asia.

Ketiga terdapat air terjun temam yang berbentuk melebar layaknya air terjun niagara. Namun lebih unggulnya lagi wisata ini bisa dilihat dari 3 sisi.

Keempat arum jeram yang mengambil star di belakang kantor walikota dan finish di rumah makan pagi sore.

Walikota Batam, Ahmad Dahlan dalam dialog ini menjelaskan bahwa generasi pertama membangun batam adalah orang-orang palembang.

“Tepuk tangan dulu untuk wong-wong palembang,wong kito galo,hebat-hebat orang palembang itu”kata Ahmad Dahlan.

Termasuk singapura,kata dia yang awalnya bernama tumasik juga pertamanya orang Palembang. Batam dan Lubuklinggau adalah saudara.

Batam pada dasarnya memiliki empat fungsi diantaranya Industri,perdagangan,transitbank. 4000 perusahaan sudah ada di Batam,

Walikota Batam, H Ahmad Dahlan menjelaskan bahwa generasi pertama yang membangun Batam dari Sumsel .

“Generasi pertama membangun Batam orang Palembang. Jadi bisa disebut funding father Batam ini orang Palembang. Hingga kini masih banyak wong kito galo (sebutan orang Palembang) menjadi pejabat di Kota Batam,” katanya bersemangat.

Disamping itu lanjutnya berdasarkan sejarah jaman kerajaan, raja Batam  berasal dari Palembang, kerajaan Sriwijaya. “Ternyata asal mulah Batam tidak terlepas dari Palembang. Saya ada buat buku sejarah kerajaan di kepulauan Riau dan hubungan dengan Sriwijaya. Nanti akan saya berikan untuk Walikota Lubuklinggau dan Ketua KNPI Kota Lubuklinggau,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pembangunan Batam diarahkan pada pengembangan empat pungsi yaitu kawasan industri, pedagangan, wisata dan jasa. “Batam ini tidak ada sumber daya alam,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut diadakan dialog. Ketua DPD KNPI Kota Lubuklinggau, Fery FY bertanya kepada Walikota Batam.

Di Kota Lubuklinggau ada kawasan industri. Namun belum terealisasi karena belum ada investor masuk membangun di kawasan industri. “Yang ingin saya tanyakan bagaimana kiat bapak Walikota Batam, sehingga kawasan industri di Batam ini tumbuh pesat,” tanya Fery.
Tidak itu saja Fery juga menayakan pembagian tugas antara Pemkot Batam dan Otoritas Batam. “Di Batam ini ada dua Otorita Batam dan Pemkot Batam bagaimana pembagian tugas antara kedua lembaga pemerintah ini,” ucapnya.

Walikota Batam, H Ahmad Dahlan, menjelaskan bahwa kemajuan Batam karena diuntungkan dengan peraturan. Batam dijadikan kawasan pergadangan bebas dan industri bebas sehingga tidak kena pajak, barang yang keluar dari Batam baru dikenakan pajak. “Banyak peraturan yg menguntungkan Batam,” ungkapnya.

Perencanaan pembangun Batam sudah dipersiapkan sejak lama oleh Frof Bj Habibi. Kebutuhan dasar seperti listrik, air dan jalan sudah dibangun. Bahkan bandara sudah ada, itu bukan saya yang membangun tapi Pak Habibi. Mengenai pembagian tugas perizinan untuk penanam modal asing (PMA) dan lahan kewenangan dari otoritas Batam, kita (Pemkot Batam) mengurusi perizinan investasi lokal,” jelasnya.

Listrik dan air dikelolah swasta. “Listrik disediakan oleh anak perusahan PLN. Serta sebagian pengelolaan sampah juga kita serahkan swasta. “Sekarang kita sedang mempersiapkan pengolahan sampah untuk dijadikan energi. Saat ini sedang proses tender. Insya Allah 2016 siap digunakan untuk pembangkit listrik,” pungkasnya.

TEKS : SRI PRADES
EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *