Warga Gerah, Aktifitas Galian C Ilegal Marak

EMPAT LAWANG, KS – Warga Kelurahan Kelumpang Jaya Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang gerah. Maraknya aktifitas penambangan Galian C (batu pasir) ilegal di sungai musi desa tersebut.

Warga rata-rata memiliki areal perkebunan di sepanjang daerah aliran sugai (DAS) sekitar penambangan tersebut, khawatir dengan kegiatan penambangan tersebut dapat membuat abrasi areal perkebunan. Bahkan dapat mengancam keberadaan Pulo Emass, yang akan segera dibuat sentra perekonomian dan budaya oleh Pemkab Empat Lawang, karena lokasi penambangan yang persis berada di hilir Pulo Emass.

Keluhan disampaika A Gani (52) salahseorang warga Kelurahan Kelumpangjaya, Senin (11/5), ia mengaku jika warga yang memiliki perkebunan di areal kegiatan penambangan itu, resah dengan kegiatan penambang tersebut karena sudah mulai menggunakan alat berat jenis exavator (Becko, red). Mereka mengancam akan mendemo Pemkab Empat Lawang dan pihak perusahaan galian C tersebut jika eksplorasi tidak segera dihentikan.

“Kami yang memiliki areal perkebunan di sekitar sini sangat resah dengan kegiatan Kuari di kawasan ini, apalagi mereka sudah menggunakan alat berat, hal ini dapat membuat abrasi tanah di pinggir aliran sungai, termasuk Pulo Emass itu juga terancam abrasi. Jika kegiatan penambangan itu terus dilanjutkan kami akan demo Pemkab dan Perusahaan itu,”beber Gani.

Sementara itu, Lurah Kelumpang Jaya, Khairil Anuar ketika dikonfirmasi melalui seluler mengaku, ia belum tahu tentang adanya kegiatan penambangan galian c yang berada di hilir Pulo Emass tersebut. Jika benar itu di wilayah Kelurahan Kelumpang Jaya, pihaknya memintah pemilik Kuari segera menghentikan kegiatan penambangan sampai ada izin dari pihak yang berwenang.

“Saya tidak tahu jika ada kegiatan penambangan galian c di lokasi yang dimaksud. Yang saya tahu yang ada itu cuma di dusun Gaung dan stones croser Talang 12, jika itu benar adanya kegiatan penambangan lainnya bearti ilegal,” tegasnya.

Senada dengan itu, Lurah Tanjung Makmur, Eman Sulaiman mengaku belum menerima laporan kegiatan penambangan di kawasan hilir Pulo Emass. Karena banyak warganya yang juga memiliki perkebunan di kawasan tersebut karena itu pihaknya memintah pemilik Kuari segera melaporkan
kegiatan penambangan tersebut.

“Ada yang bilang itu wilayah Tanjung Makmur, ada juga yang bilang itu wilayah Kelurahan Kelumpang Jaya. Yang jelasnya itu di wilayah perbatasan antara Kelumpang Jaya dengan Tanjung Makmur, seharusnya mereka izin dulu sebelum melakukan kegiatan penambangan, karena
kegiatan penambangan pasti berdampak pada lingkungan,” sesalnya.

Terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Empat Lawang, Darno Bakar melalui Kabid Amdal dan Tata Lingkungan, Iskandar M menegaskan jika kegiatan penambangan galian c di hilir Pulo Emass hingga saat ini dipastikannya dokumen pengurusan izin upaya
pengelolaan lingkungan (UKL) dan upaya pemantauan lingkungan (UPL) nya belum masuk ke BLHD Empat Lawang bahkan pihaknya berencana dalam waktu dekat akan segera meninjau Kuari tersebut jika benar sudah melakukan kegiatan penambangan.

“Kami akan tinjau ke lokasi, apabila ada pelanggaran kami tidak segan-segan merekomendasikan kepada pihak terkait menutup kegiatan Kuari tersebut,” tukasnya.

TEKS/FOTO : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *