Tuntut Ganti Rugi Rp 200 Ribu Per Dahan ?

EMPAT LAWANG, KS – Kendala pembebasan tanam tumbuh dari Desa Baturaja menuju Desa
Sugiwaras Kecamatan Tebing Tinggi cukup alot. Akibatnya, jaringan listrik desa Sugiwaras belum bisa dilakukan serah terima operasi (STO) dari Pemkab Empat Lawang ke PT PLN.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, tuntutan masyarakat pemilik tanam tumbuh di lahan sekitar jaringan diluar kendali. Bahkan ada beberapa oknum meminta ganti rugi dengan besaran Rp 200 ribu per dahan, bukan per batang. Disisi lain, tidak ada dana ganti rugi tanam
tumbuh yang disediakan Pemkab Empat Lawang. “Ada informasi warga minta ganti rugi Rp 200 ribu per dahan, ini gila. Kalau ada 5 dahan dalam satu batang berrti bisa mencapai Rp 1 juta,” ungkap salah satu warga Desa Sugiwaras, kemarin.

Sumber tadi berharap, ada solusi dari Pemkab Empat Lawang. Dengan jarak tempuh jaringan lebih kurang satu kilometer, berapa ratus pohon dilintasi jaringan yang harus diganti rugi. Kami butuh listrik, sudah puluhan tahun desa kami gelap gulita. “Mana solusinya, kami dijanjikan terus kapan desa kami dialiri listrik?,”cetusnya.

Ironisnya, Pemkab Empat Lawang melalui instansi terkait sebelumnya menyatakan, semua masyarakat yang memiliki lahan yang dilintasi jaringan kabel, sudah menghibahkan ke Pemkab Empat Lawang, dengan perjanjian hibah dilakukan secara tertulis serta dibumbuhi materai.

Akibatnya, hingga saat ini Desa Sugiwaras menjadi satu-satunya desa di Kabupaten Empat Lawang yang belum dialiri listrik dari PLN. Padahal, pemasangan jaringan listrik sudah selesai dilakukan pada akhir 2014.

“Instansi terkait harus cepat turun ke lapangan, pendekatan ke masyarakat. Masalah seperti ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, karena dana dikeluarkan untuk membangun jaringan tersebut tidak
sedikit,”tegas Wakil Ketua II DPRD Empat Lawang, A Rifa’I.

Politisi PDI Perjuangan ini menyaraknan, meskipun tidak ada alokasi ganti rugi pohon warga yang dipangkas, setidaknya ada solusi cepat dan tepat dari pemerintah, agar Desa Sugiwaras bisa menikmati aliran listrik dari PLN. Ia tak menampik, pernah ada kendala serupa ketika pemasangan jaringan listrik di desa Tanjung Ning Jaya. Ketika itu, dengan adanya pendekatan dengan masyarakat semua bisa teratasi. Sekarang, desa Tanjung Ning Jaya sudah dialiri listrik.

“Mungkin selama ini pendekatan pada masyarakat dinilai kurang. Instansi terkait pun harus kreatif, agar masalah ini cepat tuntas dan warga Sugiwaras bisa terang benderang,” imbuhnya.

Diinformasikan sebelumnya, PT PLN Rayon Tebing Tinggi belum bisa menerima STO jaringan listrik dari Pemkab Empat Lawang. Sebab, beberapa titik jaringan tiang dan kabel, jaraknya masih terlalu dekat dengan pohon milik warga tidak bersedia dipangkas. Jika masih tetap dioperasikan, maka dikhawatirkan jaringan tersebut tidak akan bertahan lama dan bisa membahayakan warga sekitar.

TEKS : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *