Meski Ditutup, Taman Punti Kayu Masih Ramai Pengunjung

Taman Hutan Punti kayu Salah Satu Objek Wisata di Palembang.

Taman Hutan Punti kayu Salah Satu Objek Wisata di Palembang.

PALEMBANG, KS – Wahana  permainan sudah dinyatakan ditutup. Namun, pihak pengelola Taman Punti Kayu Palembang tetap beroperasi. Terbukti, hingga kemarin, Senin (11/5/2015) sejumah wanaha permainan, seperti kolam renang, taman satwa, perahu bebek dan wahana mainan lainnya masih banyak dikunjungi wisatawan domestik.

Penutupan wahana permainan di Taman Punti Kayu ini hingga kini masih bahyak mengundang tanya. Sebab Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan (Sumsel) tidak memberi penjelasan terbuka tentang sebab penutupan tersebut.

Berdasarkan pantauan, puluhan polisi hutan (Polhut) dari Kementerian Kehutan melakukan penjagaan di Taman Punti Kayu. Tapi sayangnya, pengelola tetap menerima pengunjung. Sebagian pengunjung menyatakan kecewa. Pasalnya di lokasi itu tidak ada lagi hewan seperti gajah, rusa dan lainnya.

“Ya kami cukup kecewa, kami datang jauh-jauh dari daerah. Ternyata Taman Punti Kayu sudah tutup,” ungkap Wati, pengunjung yang berasal dari Kabupaten Banyuasin, saat di bincangi di lokasi taman Punti Kayu, Senin (11/5/2015).

Menurut Wati, seharusnya pengelola Taman Punti Kayu tidak menerima lagi pengunjung. Apalagi, pengunjung yang datang masih ditarik biaya sebesar Rp 10 ribu. “Kami datang kesini bersama keluarga besar, karena anak-anak baru selesai melaksanakan Ujian Nasional (UN), kami harap wahana taman Punti Kayu ini dihidupkan kembali, karena tidak di Sumsel tidak ada lagi taman, seperti Punti Kayu ini,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pengelola Taman Punti Kayu yang dengan disebutkan namanya, enggan berkomentar terkait penutupan Taman Punti Kayu tersebut. “Maaf mas, silahkan minta konfirmasi kepada pihak BKSDA saja. Kami hanya bekerja,” ujarnya singkat.

Sementara itu, ketika media ingin meminta konfirmasi kepada BKSDA, pihaknya terkesan tertutup. Mereka beralasan, kalau mau wawancara harus membuat janji dahulu jauh-jauh hari. “Maaf tidak bisa wawancara. Bapak (kepala TU) sedang banyak tamu, kalau mau wawancara buat janji dulu, tidak bisa langsung wawancara,” ungkap salah seorang petugas di depan pintu masuk ruangan kepala TU, BKSDA.

TEKS : TRIE PUTRA

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *