Masuk Musim Kemarau, Waspada Kebakaran

Musibah kebaran yang Terjadi di Kelurahan 22 Ilir, beberapa waktu lalu | Foto : Dok KS

Musibah kebaran yang Terjadi di Kelurahan 22 Ilir, beberapa waktu lalu | Foto : Dok KS

PALEMBANG, KS – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kenten Palembang, M Irdam meminta kepada masyarakat untuk lebih waspada dengan suhu yang sangat terik di wilayah Sumsel khususnya Palembang beberapa pekan terakhir. Mengingat saat ini sudah masuk pra pancaroba, dari musim hujan ke musim kemarau.

Irdam mengatakan, kondisi cuaca panas ini berpotensi cukup besar terjadinya kebakaran. Apalagi, saat ini suhu panas sudah mencapai angka 32-34 derajat pada pukul 13.00-15.00 WIB, sementara suhu panas di pagi hari adalah 23-25 derajat. “Walaupun masih normal, tapi harus lebih waspada. Untuk kepanasan yang tidak normal, apabila suhu panas sudah diatas 35 derajat. Artinya, tingkat suhu panas sekarang sudah mendekati angka tidak normal,”ungkapnya, Senin (11/5/2015).

Irdam menjelaskan, berdasarkan pengamatan pihaknya, saat ini posisi matahari berada di lintang utara khatulistiwa, menurutnya, sebagian besar wilayah di Indonesai sedang mengalami musim transisi atau pra pancaroba. “Karakteristik utama dari musim transisi adalah berkurangnya kejadian hujan dibandingkan dengan puncak musim hujan seperti bulan Desember-April,” bebernya.

Menurut Irdam, pengaruh musim panas dengan musim hujan cukup jauh berbeda. Karena potensi kebakaran saat musim kemarau lebih tinggi dibanding musim hujan. “Misalnya pas musim panas, orang buang puntung rokok sembarangan saja bisa terbakar. Karena itu, masyarakat bisa lebih waspada mencegah terjadinya kebakaran di lingkungannya masing-masing, termasuk di pemukiman padat penduduk yang sebagian besar terdiri dari bangunan semi permanen atau yang mudah terbakar,” imbuhnya.

Irdam menjelaskan, meskipun perlaihan musim, baru akan terjadi akhir Mei mendatang, namun pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar mulai mengantisipasi semua potensi efek negatifnya. “Artinya harus meningkatkan kewaspadaan. Yang paling kita takutkan saat musim kemarau adalah kebararan, terutama kebakaran hutan yang terjadi tahun lalu, hal itu jangan sampai terulang kembali,” harapnya.

Irdam menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, karena dengan cuaca panas sekarang ini potensi penyebaran panas akan lebih parah lagi. “Jangan melakukan pemakaran lahan. Apabila ada yang kedapatan melakukan hal itu, bisa disangsi pidana. Karena pembakaran lahan tahun lalu di wilayah Sumsel termasuk Palembang cukup parah, dan menjadi perhatian Nasional,” tutupnya.

TEKS : TRIE PUTRA

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *