Harga Karet Anjlok, Kopi Mulai Naik

PETANI-KOPI-DI-mUARAENIM

Petani kopi di Muaraenim. Foto : Siswanto / KS

 

MUARAENIM, KS – Marwan (38), petani asal Desa Sugih Waras Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muarenim Sumatera Selatan (Sumsel) merasa agak lega. Sebab naiknya harga kopi menjadi Rp.19.500 per kg telah membantu pendapatan keluarga. Namun Marwan juga meneysalkan karena harga karet justeru anjlok sampai dikisaran Rp.5 ribu. Tak heran jika kondisi ini membuat petani karet menjadi lesu darah. Seperti Dinata (45) petani karet dan kopi asal Desa Indramayu. Ia mengaku justru menahan penjualan karetnya menunggu harga naik dan fokus pada hasil kopi.

Demikian juga Marwan. Sebagai petani karet dan kopi, Marwan mengaku penghasilan yang ia dapat dari hasil kebunnya rata-rata 70 kg per minggu. Sedangkan, untuk hasil karetnya, terpaksa saat ini ditahan penjualannya sambil menunggu harga naik. “Untuk hasil kopi, hasilnya masih lumayan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan karet tidak kita panen dulu karena harganya masih murah,” katanya.

Informasi yang berhasil dihimpun KabarSumatera.com, menyebutkan, kondisi harga komoditi andalan sebagian masyarakat Kecamatan Tanjung Agung ini membuat petani senang. Pasalnya, dibandingkan dengan harga karet yang semakin merosot saat ini, harga kopi justru masih baik.

TEKS : SISWANTO

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *