Puluhan Korban Kebakaran Numpang Dirumah Kerabat, Listrik Masih Padam

Tenda penampungan korban kebakaran desa Niur Kecamatan Muara Pinang. Foto : Sukani

Tenda penampungan korban kebakaran desa Niur Kecamatan Muara Pinang. Foto : Sukani

EMPAT LAWANG, KS – Puluhan keluarga kehilangan rumah akibat bencana kebakaran Desa Niur Kecamatan Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang, Kamis (7/5) dini hari, lebih memilih menumpang di rumah tetangga dan kerabat dibandingkan di tenda.

Bukan karena fasilitas didirikan BPBD Empat Lawang kurang memadai, tapi para kerabat di desa setempat yang menyambut baik para korban.

Pantauan Kabar Sumatera, warga yang menjadi korban kebakaran rata-rata warga asli Desa Niur, bukan warga pendatang dari daerah lain. Sehingga banyak dari mereka memiliki keluarga dan kerabat tak jauh dari desa tersebut.

Salah satu warga yang rumahnya ludes di lalap si jago merah, Suhai (45) mengatakan, dirinya bersama keluarga sengaja tidak tinggal di tenda penampungan yang di buat oleh Pemkab Empat Lawang. Sebab di Desa Niur itu ada kerabatnya sehingga bisa menumpang sementara.

“Warga yang menjadi korban kebakaran yang lain juga sama. Mereka tinggal di tetangga dan kerabatnya, tidak tinggal di tenda penampungan,”kata Suhai.

Sama halnya yang dikatakan Ar (39), untuk sementara dia dan keluarganya tinggal di rumah tetangga yang kebetulan masih kerabatnya. Dia dan warga lainnya yang menjadi korban berharap bisa membangun rumah kembali meskipun tidak seperti rumah yang lama.

“Tinggal di tetangga sekarang. Kami harus bangun rumah lagi karena tidak mungkin tinggal selamanya di rumah tetangga. Sekarang ini apa yang bisa digunakan untuk bangun rumah seperti batu bata kami kumpulkan,” ungkap Ar.

Plt Kepala Desa Niur, Oktaliza mengatakan, tenda sudah dididirikan oleh pihak BPBD Empat Lawang pada Kamis siang. Memang banyak warga tidak tinggal di tenda tersebut dan lebih memilih tinggal sementara di rumah kerabat dan tetangganya masing-masing.

“Rata-rata warga yang menjadi korban kebakaran ini merupakan warga asli bukan warga pendatang. Keluarga dan kerabat mereka banyak di sini dan di desa sebelah sehingga mereka lebih memilih tinggal di sana dibandingkan tinggal di tenda,” jelas Oktaliza.

Untuk bantuan katanya, sudah disalurkan ke warga-warga yang menjadi korban kebakaran. Untuk data korban yang terdata olehnya yakni 21 rumah ludes dari 24 kk, 70 jiwa, 10 rumah rusak berat dan 18 rumah rusak ringan dari 20 kk,”bebernya.

Sementara itu, pasca kebakaran yang melanda Desa Niur Kecamatan Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang, setidaknya belasan rumah yang tidak terbakar ikut juga mendapatkan imbasnya, yakni terputusnya aliran listrik ke sejumlah rumah tersebut.

Menurut Hadi (42) warga sekitar menjelaskan, jika aliran listrik di sejumlah rumah tersebut pasca kejadian bencana kebakaran, rumah miliknya dan belasan rumah lain tidak lagi mendapatkan aliran listrik karena memang aliran listrik menuju ke rumah-rumah termasuk ke rumah miliknya di alirkan secara estafet dari rumah ke rumah.

“Di sekitar sini tidak ada tiang listrik, makanya aliran listrik dari tiang ke rumah di depan, sedangkan aliran listrik di sini dari rumah depan baru ke rumah sekitar sini,” ungkap Hadi.

Dikatakannya, pihaknya berharap aliran listrik ke rumah warga yang terputus dapat segera diperbaiki, sebab pihaknya sangat membutuhkan aliran listrik karena korban kebakaran banyak ditampung oleh rumah sekitar lokasi kebakaran termasuk kerumah miliknya.

“Kita sudah laporkan ke PLN, namun sekarang belum ada kepastian kapan aliran listrik segera tersambung. Kami sangat membutuhkan aliran listrik, karena kita juga menampung korban kebakaran,”imbuhnya.

TEKS : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *