Pemilik Lahan Pulo Emass Dijanjikan Ganti Untung

Bupati Empat Lawang H Budi Antoni tatap muka dengan pemilik lahan pulo emass. / Foto : Saukani / KS

Bupati Empat Lawang H Budi Antoni tatap muka dengan pemilik lahan pulo emass. / Foto : Saukani / KS

EMPAT LAWANG | KS – Setelah menunggu sekitar satu tahun lebih, permasalahan pembebasan lahan di kawasan Pulo Emass, Kecamatan Tebing Tinggi, mulai menemui titik terang. Bahkan, Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri (HBA) menjanjikan, Pemkab Empat Lawang akan memberikan ganti untung, bukan ganti rugi kepada masyarakat yang mempunyai lahan di kawasan tersebut.

Hal ini diungkapkan langsung oleh HBA, saat menemui puluhan pemilik lahan yang ada di kawasan Pulo Emass, Rabu (6/5/2015), di pendopoan rumah dinas bupati Empat Lawang. “Sejauh tidak menyimpang dari aturan yang ada, pemerintah akan berikan ganti untung, bukan ganti rugi kepada pemilik lahan,” ungkap HBA.

Diakuinya, keterlambatan proses pembebasan lahan dimaksud, dikarenakan berbagai faktor, terkait peraturan-peraturan tentang pembebasan lahan masyarakat. “Bukan berarti selama ini pemerintah tidak perduli, namun mencari saat yang tepat dan tidak menyalahi aturan yang berlaku,” ujarnya.

Ia berharap, pemilik lahan bisa negosiasi dengan kepala dingin dan musyawarah, dalam menentukan nilai atau harga lahan dan tanam tumbuh yang mereka miliki. Sebab, pemerintah sama sekali tidak ingin merugikan masyarakat. Akan tetapi, pengertian dari masyarakat juga sangat diperlukan, untuk mencapai kesepakatan tentang nilai harga lahan dan tanam tumbuh yang ada di dalam lahan tersebut.

“Untuk menentukan harga sebuah lahan beserta isinya, silahkan negosiasi dengan pihak-pihak terkait. Selagi tidak menyimpang dari aturan yang ada, keinginan masyarakat akan dipenuhi oleh pemerintah,” jelas HBA.

Untuk diketahui, lahan milik masyarakat yang berada di kawasan Pulo Emass dan akan dibebaskan oleh Pemkab Empat Lawang,  mencapai 22,76 hektar. Dimiliki oleh 31 warga. Dalam lahan tersebut, terdiri dari tanam tumbuh berbagai jenis pohon dan tanaman. Seperti kopi, kakao, sawit, jati, duku, durian, bambang, karet, mangga, pisang dan lain sebagainya.

Hingga berita diturunkan, pemilik lahan dan pihak terkait seperti BPN Empat Lawang, Camat Tebing Tinggi, Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) dan beberapa pihak lainnya, masih melakukan negosiasi penentuan harga. Namun beberapa pemilik lahan pesimis, harga yang ditetapkan pemerintah jauh dibawah harga yang mereka inginkan. Negosiasi harga ini akan dilangsungkan hingga beberapa hari kedepan, hingga menemui kata sepakat antara pemilik lahan dan pemerintah.

 

TEKS : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *