Kades Membuat Gaduh, Siap-siap Diskualifikasi

Pengarahan dari Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri. / Foto : Saukani / KS

Pengarahan dari Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri. / Foto : Saukani / KS

EMPAT LAWANG | KS – Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri (HBA) memastikan, agenda Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak sistem e voting di Kabupaten Empat Lawang harus sukses. Makanya, jika ada bakal calon (balon) kades yang membuat keributan dan kegaduhan akan di diskualifikasi. “Saya tidak main-main, kalau ada calon kades buat gaduh kita diskualifikasi. Tidak hanya satu, tapi keduanya,” tegas HBA, (6/5/2015).
Terkait informasi keributan masalah daftar pemilih tetap (DPT) Pilkades di salah satu Desa di Kecamatan Muara Pinang, HBA mengaku sudah menerima laporannya. Namun menurutnya, sejauh ini rangkaian agenda Pilkades serentak di Empat Lawang tetap kondusif.
Pengamanan sebutnya, sudah bekerjasama dan koordinasi ke Polres Empat Lawang. “Pengamanan kita sudah bicarakan ke Polres, nanti didukung setiap Mapolsek secara maksimal mulai dari tahapan sampai pilkades selesai,” jelasnya.
Pilkades serentak sistem e voting di Empat Lawang menjadi pilot project bagi daerah lain di Indonesia. Nantinya ada beberapa daerah bakal datang dan study banding sistem pelaksanaanya, makanya harus semaksimal mungkin kita sukseskan. Salah satu contoh mengenai administrasi, setelah meninggalnya pak Aminudin Bahar, posisi kepala BPMPD Empat Lawang langsung dilantik M Azhari.
Waktu sudah mepet dari jadwalnya, administrasi kita kasih waktu dua hari harus diselesaikan. “Saya tegaskan lagi, ini tidak main-main. Para calon kades harus menjaga kondusifitas daerahnya, jangan buat gaduh kalau tidak mau didiskualifikasi dan kita undur pelaksanannya,” tegas HBA. “Kalau ribut kita diskualifikasi, diundur pilkadesnya 2016 saja,” katanya.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Empat Lawang M Azhari melalui Kabid Pemdes Guntur Martandy mengakui, sudah mendapat beberapa laporan terkait kendala dan masalah dilapangan. Termasuk ada keributan disalah satu desa di Kecamatan Muara Pinang baru baru ini. “Ya laporannya ada,” kata Guntur namun ia belum mau komentar banyak terkait masalah tersebut.
Sejauh ini imbuh Guntur, proses administrasi dan verifikasi balon kades sudah ke tingkat kecamatan. Dia tak menampik berbagai masalah muncul di tengah proses demokrasi tersebut, namun sejauh ini proses berjalan sesuai ketentuan. “Ada empat desa balon kadesnya lebih dari lima orang, nanti setelah hasil verifikasi kita pastikan ada uji kompetensi atau tidak,” kata Guntur, sebab sesuai ketentuan calon kades tidak boleh lebih dari lima orang.

TEKS : SAUKANI
EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *