Pengangguran Meningkat, Siapa Bertanggungjawab?

e73o40wq

Job Fair / Foto : Google Image

 

PALEMBANG, KS – Pengangguran dan kemiskinan dua kata yang selalu beriring. Keduanya menjadi masalah nasional yang tak tak kunjung usai. Kemiskinan dan pengangguran, merupakan dua realitas yang keduanya muncul hampir selalu bersamaan. Tetapi, pertanyannya kemiskinan yang mengakibatkan pengangguran atau pengangguran yang menimbulkan kemiskinan?

Agak sulit menjawabnya, sebab keduanya sering muncul seperti pantun bersahut. Di satu pihak, keluarga menjadi miskin karena menganggur dan di pihak lain, orang menganggur akibat lahir dari keluarga miskin dan tak mempunyai kesempatan mengenyam pendidikan layak. Menyikapi hal itu, wajar jika kemudian gelaran Job Fair di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Palembang yang dibuka pekan silam, menjadi ruang berburu pekerjaan bagi para pencari kerja (pencaker).

Hal menarik ketika Gunawan, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Palembang meminta kepada semua perusahaan di Palembang, agar mengutamakan putra daerah dalam proses perekrutan pegawai baru. “Angka pencari kerja (pencaker) di Palembang cukup tinggi, angkanya mencapai ribuan. Kami harap, perusahaan untuk melakukan koordinasi dengan kami, apabila butuh karyawan. Harus utamakan putra daerah,” pintanya.

Permintaan Gunawan ini bukan tanpa alasan. Sebab menjadi rahasia umum di Palembang, selama ini banyak berdiri unit usaha yang berpotensi mengurangi jumlah pengangguran. Tapi faktanya, nyaris putra daerah terpinggirkan oleh karyawan impor dari luar Sumatera Selatan. Kondisi inilah yang kian hari, jumlah pengangguran di Palembang bukan berkurang malah bertambah.

Idealnya, dengan pertumbuhan perusahaan di Palembang dan pengurangan jumlah pengangguran seharusnya bisa berjalan seiring. “Kalau kita lihat, pertumbuhan perusahaan di Palembang cukup tinggi, artinya cukup seimbang dengan kebutuhan kerjanya,” tegas Gunawan.

Melihat potensi itulah, Disnaker Palembang sejak tahun lalu melakukan pertemuan dengan sejumlah perusahaan “Setiap tahunnya dilaksanakan dua kali, pada bulan April dan November. Ini salah satu upaya kami, dalam mengentaskan masalah pengangguran,” tegas Gunawan.

Melihat animo pencaker di Palembang menjadi bukti betapa jumlah pengangguran di Kota Pempek ini sangat tinggi. Lihat saja data yang dikemukakan Disnaker, jumlah pelamar sejak Januari hingga akhir Maret 2015, angka pencaker sudah mencapai 1.159 orang dari golongan usia produktif yakni 18-30 tahun. “Job fair kali diikuti oleh 42 perusahaan, dengan kebutuhan pegawai sebanyak 2.570 orang. Mudah-mudahan, ribuan pengangguran yang ada, bisa terakomodir, artinya bisa bekerja,” katanya.

Ditanya apakah job fair ini efektif atau tidak? Gunawan menjawab, cukup efektif. Hal itu terbukti, dari laporan perusahaan terhadap pencaker yang sudah diterima sebagai karyawan di masing-masing perusahaan. “Mereka perusahaan harus lapor, berapa banyak pencaker yang terserap. Misalnya tahun 2014 lalu, dari 13.000 pencaker, 4.000 diantaranya sudah bekerja,” katanya.

Sementara itu, Plt Walikota Palembang, Harnojoyo mengatakan, dengan banyaknya perusahaan membuka kesempatan kerja bagi pencaker, diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran di Palembang.

“Pada job fair ini, banyak perusahaan yang membuka kesempatan kerja. Misalnya tamatan strata satu (S1) keuangan, disini ada membuka lowongan untuk keuangan, yah silahkan masukkan lamaran, artinya sesuai dengan kemampuannya,”katanya.

Sambung Harnojoyo, adanya job fair ini, memang ditunggu-tunggu masyarakat, khususnya mereka yang baru menyelesaikan pendidikan Sarjana maupun Sekolah Menengah Atas (SMA). Katanya, antusias pencari kerja (Pencaker) setiap tahunnya selalu meningkat.

“Hal seperti ini, harus terus digalakkan, untuk mengatasi pengangguran, jadi apabila perusahaan membutuhkan karyawan harus di koordinasikan dengan Pemerintah agar kami dapat memfasilitasi,” tutupnya.**

TEKS : TRIE PUTRA

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *