Palembang Belum Steril Dari Miras

miras

Foto : Google Image

 

PALEMBANG, KS – Larangan peredaran minuman keras (miras) ternyata tidak sepenuhnya di taati, khususnya oleh pedagang kaki lima (PKL), yang biasa mangkal di pingir jalan protokol, pasar dan lainnya.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN), Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Palembang, Juni Haslani mengatakan, larangan peredaran miras tersebut sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 6 Tahun 2015 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran dan penjualan minuman beralkohol. Namun, kenyataannya masih ditemukan peredarannya di Kota Palembang. “Kami sangat menyayangkan prilaku buruk, oknum PKL nakal tersebut. Miras yang biasa mereka jual adalah jenis tuak dan minuman beralkohol lainnya,” katanya.

Menurut Juni, adanya Permendag yang baru dikeluarkan tersebut, bertujuan untuk menyelamatkan generasi muda dari pengaruh buruk minuman beralkohol. Meningat dampak negatifnya sangat besar. “Jadi minuman beralkohol yang kadarnya 5 persen tidak boleh diperjual belikan, apalagi diminim di tengah umum,” katanya.

Menurut Juni, penjualan miras hanya diperbolehkan di beberapa tempat seperti hotel, supermarket, cafe dan lainnya. Namun, izinnya tidak mudah, karena dalam aturan, miras hanya diperbolehkan diminum ditempat, artinya tidak boleh dibawah pulang. “Kalau untuk supermarket, dibatasi bisa membeli satu. Dan harus menunjukkan indentias diri yakni KTP,” ujarnya.

Juni mengaku, meskipun larangan penjualan miras sudah berlaku semenjak, 16 April lalu. Saat ini, pihaknya terus melakukan sosialisasi. “Tapi, bagi masih yang kedapatan menjual miras, ya ditindak tegas. Kan aturannya sudah berlaku 2 pekan lalu,”ulasnya.

Sementara itu, Sekretaris Satpol PP Palembang, M Sabar mengatakan, dalam razia yang dilakukan pekan silam, di Jalan Perindustrian II, Kecamatan Sukarami Palembang, pihaknya berhasil menyita puluhan botol miras berbagai jenis, mulai dari bir putih, bir bintang, vodka dan guiness dari beberapa PKL. “Kami sita semua, karena sudah ada aturannya, yah bisa dikatakan Palembang belum steril,” ujarnya.

Menurut Sabar, untuk minuman beralkohol dengan kadar 5 persen jelas larangannya. Namun, ada juga minuman beralkohol yang diperbolehkan dengan kadar dibawah 0,5 persen. “Jika saat razia rutin selanjutnya masih ada yang menjual miras dengan kadar diatas 5 persen langsung kita lakukan penyitaan. Sedangkan bagi penjualnya juga akan kita proses sesuai undang-undang yang berlaku,”tutupnya.

 

TEKS : TRIE PUTRA
EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *