Ketika e-KTP Tersandung Jaringan

Suasana Kantor Disdukcapil saat melayani pembuatan e-KTP / FOTO : DOK KS

Suasana Kantor Disdukcapil saat melayani pembuatan e-KTP / FOTO : DOK KS

OKU SELATAN, KS – Kartu identitas elektronik (KTP-EL) telah banyak digunakan di negara-negara di Eropa antara lain Austria, Belgia, Estonia, Italia, Finlandia, Serbia, Spanyol dan Swedia, di Timur Tengah yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Maroko, dan di Asia yaitu China. Tak terkecuali di Indonesia. Tapi pada pratiknya, di negeri ini masih banyak kendala teknis yang seharusnya tidak terjadi.

Usai menyelesaikan studinya di SMA, Pekan silam 3 pemuda di OKU Selatan, Widi, Agung dan Aan tergopoh-gopoh mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten OKU Selatan. Ketiga Kecamatan Banding Agung ini kemudian ikut berkerumun diantara warga lain yang sudah mengantri sejak pagi. ”Kami langsung mendatangi Capil ini untuk melakukan perekaman e-KTP. Sebab kami membutuhkan KTP untuk melamar pekerjaan. Kami dengan pembuatan e-KTP bisa langsung jadi dan tidak di pungut biaya,” ujar salah satu diantara mereka.

Di negeri ini, diakui atau tidak apapun urusannya harus menyertakan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sejak kelahiran, membuka rekening bank, naik pesawat, kredit rumah dan kendaraan bermotor, sampai melamar pekerjaan, semua harus melampirkan KTP. Bagi yang tidak memilikinya, siap-siap dianggap sebagai warga ilegal. Masih untung jika tidak diusir dari Indonesia, karena yang bersangkutan masih memiliki KTP sementara.  Mungkin di negeri ini, hanya masuk WC yang tidak wajib menunjukkan KTP.

Saking besarnya peran KTP, sampai pekan silam Disdukcapil OKU Selatan masih ramai di serbu masyarakat. Tujuannya  untuk mendapatkan pelayanan pembuatan KTP secara online. Sebagian sebagai tanda kependudukan dan sebagian lagi untuk melamar pekerjaan. ”Rata-rata warga yang meminta pelayanan pembuatan KTP untuk menggurus BPJS dan juga ada anak – anak mereka yang akan mendaftar di POLRI. Ada juga untuk melamar pekerjaan,” ujar Bahdozen Hanan, Kepala Disdukcapil OKU Selatan.

Masalahnya, dalam pembuatan elektornik KTP (e-KTP) pelayanan yang seharusnya dilakukan secara prima, masih tersandung persoalan teknis terutama jaringan. “Kalau tak ada kendala jaringan, KTP dapat selesai pada hari itu juga,” ujarnya.

Meski pemberlakukan KTP elektronik (e-KTP) sudah dilakukan tiga tahun lalu, tapi hingga kini di sejumlah kabupaten dan kota belum juga tuntas. Layanan gratis untuk membuat e-KTP sepertinya tak berbuah manis. Di OKU Selatan, hingga pekan silam masih banyak warga yang belum memiliki e-KTP. Wajar jika sampai pekan kemarin, hampir setengah warga OKU Selatan tumplek di kantor Disdukcapil. “Untuk mengatasi banyaknya warga yang akan melakukan perekaman KTP, kami membuat dua tempat perekaman yaitu di dalam ruangan dan di luar ruangan perekaman,”ujar Bahdozen Hanan, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten OKU Selatan.

Bahkan diantara mereka, ada yang secara langsung didampingi Camat setempat. Seperti yang dilakukan Juproni, Camat Buay Pematang Ribu Ranau Tengah(BPRRT). Karena di wilayahnya jaringan online-nya terganggu, Japroni kemudian mengantarkan warganya mendatangi kantro Disdukcapil Oku Selatan. “Jadi saya mengajak warga langsung datang ke dinas untuk melakukan perekaman e-KTP, sekaligus membuktikan bagaimana pelayanan prima yang selalu di degungkan oleh dinas ini,” ujar Japroni.

Layanan prima yang sejak awal digembar-gemborkan Diskdukcapil ternyata benar adanya. Meskipun ada kendala yang tak bisa dihindari, seperti jaringan online yang lambat.  “Di sini kami lagsung di tanggapi. Bahkan Dinas langsung menambah tempat perekaman di luar ruangan agar bisa melayani perekaman e-KTP dengan cepat,” ujar Juproni.

Pengakuan lain juga disampaikan Erwin, salah seorang warga Desa Kota Batu Kecamatan Warkuk Ranau Selatan.  “Memang benar Dinas Capil ini memberikan pelayanan prima dalam bidang administrasi kependudukan. Bahkan Kepala Dinas (kadin)-nya langsung datang ke desa kami (jemput bola) untuk mengajak warga melakukan perekaman e-KTP. Sehingga kami dapat langsung mengenal Kepala Dinas secara langsung,” ujar Erwin.

 

TEKS : FITRI / EDI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *