Dishub Tak Mampu Realisasikan Retribusi Parkir

Ilustrasi Parkir Motor. | Dok KS

Ilustrasi Parkir Motor. | Dok KS

PALEMBANG, KS – Retribusi parkir di Kota Palembang, hampir setiap tahun tidak pernah mencapai target. Hal itu disinyalir adanya permainan antara Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang dengan pengelola parkir atau juru parkir (jukir).

Namun, hal tersebut di bantah keras oleh kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Parkir, Dishub Palembang Robert Hutapea, menurutnya tidak terealisasinya retribusi parkir di sebabkan beberapa hal. Seperti, hujan, lebaran, dan maraknya preman meminta setoran. “Kita banyak kendala dalam merealisasikannya. Misalnya lebaran, tidak ada jukir yang bertugas. Begitu juga saat hujan, kalau hujannya seharian, jukir tidak setor, biasanya kita melakukan penagihan siang hari,” ungkapnya, belum lama ini.

Di tanya apakah Dishub Palembang takut kepada preman atau jukir setor kepada preman? Robert menjawab, bisa saja terjadi. Karena, pihaknya tidak bisa memantau jukir dalam waktu 24 jam. “Jukir di lapangan banyak menemui orang, ada yang tidak mau bayar. Ya gratis, mereka kita anggap preman. Kalau preman minta setoran kepada jukir, itu bisa saja terjadi, karena preman yang biasa mangkal di pinggir jalan seperti Jalan Veteran, itu banyak yang minta duit, jadi sebelum jukir setor ke kita, preman sudah minta duluan,” katanya, tanpa menyebutkan solusinya.

Robert mengaku, jumlah titik parkir yang tersebar di 16 Kecamatan dan 107 Kelurahan di Palembang saat ini adalah 657 titik parkir. “Saya baru di UPTD parkir. Tidak tau apakah dulu capai target atau tidak, tapi untuk tahun 2014, realisasinya sebesar Rp 6 miliar lebih dengan persentase sekitar 80 persen, dari target Rp 7,2 miliar. Untuk target tahun 2015 ini sama seperti tahun sebelumnya yakni Rp 7,2 miliar,” ujarnya.

Ditanya menegenai adanya rencana DPRD Palembang, untuk membentuk Perusahaan Daerah (PD) parkir, dengan nada lantang, Robert menjawab, pihaknya siap. “Ya sebagai bawahan kami siap, apapun yang dilakukan atasan. Soal transpararnsi, kami sudah laporkan berapa banyak titik parkir di Palembang ini,” katanya.

Robert menambahkan, sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2011 tentang retrubusi parkir. Tarif parkir kendaraan roda dua sebesar Rp 1000 sementara untuk roda empat sebesar Rp 2.000. “Jadi semua parkir yang ada di bahu jalan, tarif parkirnya masih yang lama,” tegasnya.

 

TEKS : TRI PUTRA

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *